Jakarta.- Puluhan warga Jakarta yang menamakan diri sebagai Forum Bersatu mendatangi Balaikota DKI Jakarta, Jumat (20/11/2020). Kedatangan mereka untuk menuntut agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menindak oknum yang bermain dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Saat menggelar aksi Ketua Komunitas Bersatu, Rosyidah Nur Achman mengatakan
bantuan sosial yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada warga Jakarta yang terkena dampak Covid-19 dinilai tidak tepat sasaran.

“Terlebih isi di dalam bansos itu juga tidak sepenuhnya sembilan bahan pokok (sembako), tetapi hanya lima bahan pokok (mabako) dan yang paling parah kebutuhan pokok seperti beras pun tidak layak untuk dikonsumsi oleh warga bahkan sudah ada yang berkutu,” katanya disela aksi.

Untuk itu, lanjut Achman, kami meminta agar Gubernur Anies menindaklanjuti keluhan ini, karena diduga ada permainan ataupun pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum PD Pasar Jaya dan PT JIEP yang menanangani persoalan bansos ini.

Wanita yang akrab dipanggil Zarimah ini menduga tender sembako terindikasi dimonopoli oleh oknum-oknum yang dekat dengan Gubernur Anies Baswedan.

“Salah satunya oleh pemenang tender yaitu PT JIEP yang dikelola oleh oknum yang kami duga yaitu Syarif Hidayatullah,” jelas Zarimah.

Dia melanjutkan, Komunitas Bersatu melihat pembagian sembako tidak sesuai keadilan dan pri-kemanusiaan serta banyak yang belum dapat hak-haknya sebagai warga DKI Jakarta.

Ditempat yang sama Yongki Nugraha selaku Koordinator aksi menjelaskan dalam aksi ini agar Gubernur Anies Baswedan untuk menerima pihaknya karena banyak permasalahan-permasalahan yang harus disampaikan.

“Apabila tuntutan Komunitas Bersatu ini tidak dipenuhi, maka kami akan datang kembali dengan massa yang lebih banyak,” jelasnya.

Namun hingga sore hari aksi ini dilakukan, Gubernur Anies Baswedan ataupun perwakilannya juga tidak ada yang menemui peserta aksi. (El)