KOMPI : Satker Hingga Kepala Balai Harus Bertanggungjawab.

0
405

KABUPATEN BEKASI.- Terkait pemberitaan sebelumnya tentang dipertanyakannya anggaran untuk Penyusunan Penilaian Kinerja dan AKNOP Air Baku Kab. Brebes senilai Rp. 95.946.000, kini mendapat sorotan pula dari salah satu LSM yang bermarkas di Kabupaten Bekasi.

Penggunaan anggaran yang terjadi di Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk – Cisanggarung (BBWSCimanCis) tersebut kini disoroti oleh LSM KOMPI yang sering melaporkan beberapa instansi di Kabupaten Bekasi ke Kejagung dan KPK.

Ergat Bustomy, selaku Ketua Umum LSM KOMPI kepada Inapos menyampaikan bahwa bukan hanya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang harus bertanggungjawab.

“Jika memang benar adanya. Bukan saja PPK namun Satker, Kabid serta Kepala BBWSCimanCis pun harus bertanggungjawab”, jelas Ergat melalui handphonenya saat dihubungi.

Ergat menyampaikan pula bahwa, pihak BBWSCimanCis dalam melaksanakan pekererjaan tentunya harus sesuai dengan Acuan Kerja atau Program Kerja yang telah di sepakati atau disetujui bersama oleh pimpinan.

“Hal tersebut guna untuk menghindari kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan”, tegasnya.

Berdasarkan hasil investigasi pihaknya, Ketum KOMPI ini menyampaikan bahwa tidak ada Air Baku yang menjadi tanggungjawab BBWSCimanCis di daerah Kab. Brebes.

Hingga menurutnya, kesalahan dalam pekerjaan Penyusunan Kinerja Air Baku Kab. Brebes merupakan kesalahan bersama yang harus dijadikan tanggung jawab bersama pimpinan BBWS CimanCis.

“Sudah barang tentu para pimpinan ataupun pihak terkait sudah mengetahui bahwa aset air baku di Kab. Brebes tidak ada yang milik BBWS CimanCis yang merupakan Aset BBWS adalah Bendung Karet itu sendiri dan bangunan PDAM yang pengelolaan sepenuhnya oleh PDAM Kab. Cirebon, sedangkan air baku untuk irigasi sepenuhnya milik Kab. Brebes, (sehingga tidak ada kewajiban untuk adanya penyusunan kinerja air baku kab. Brebes)”, ungkap Ergat.

Dari runutan permasalahan diatas, Ergat menilai kesalahan tersebut adalah kesalahan yang disengaja.

“Kesalahan ini untuk mengaburkan, sehingga ini merupakan kegiatan memperkaya lembaga atau perseorangan yang mengakibatkan kerugian negara”, tutupnya sembari menambahkan bahwa jika bukti cukup, pihaknya akan melaporkan temuan ini kepada pihak terkait.

Sampai berita ini diturunkan, pihak BBWSCimanCis belum mau memberikan tanggapannya walau telah diajukan konfirmasi tertulis kepada Kepala BBWSCimanCis. (Cep’s)