Kompi : BPK dan BPKP Harus Audit Mendalam Terhadap OP SDA BBWS Cimancis

0
369

KABUPATEN BEKASI,- Dugaan asal jadinya pekerjaan yang dikelola oleh Satuan Kerja Operasional dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (Satker OP SDA) BBWSCimancis, mendapat tanggapan serius dari Komite Masyarakat Peduli Indonesia (Kompi).

Baca sebelumnya : Diduga, Banyak Proyek OP SDA BBWSCimancis Asal Jadi. 

Ergat Bustomy selaku Ketua Umum menyampaikan bahwa pihaknya akan segera meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan BPKP agar segera bertindak.

“Memang sudah lama kami memperhatikan BBWS Cimancis dan banyak persoalan yang terjadi di instansi tersebut. Sampai sekarang kami masih terus mengumpulkan bukti-bukti terkait ada tidaknya kerugian keuangan negara dalam proyek-proyek di bawah kendali mereka dalam pembangunannya. Jika sudah cukup bukti-bukti kami akan melaporkan dan meminta BPK dan BPKP turun tangan,” jelas Ergat melalui pesan Whatsappnya, Rabu (07/08/2019).

Masih menurut Ergat, beberapa waktu lalu dirinya bersama tim melakukan investigasi terhadap beberapa pekerjaan BBWS Cimancis dan menurutnya, sangat tidak pantas.

“Kami pernah melakukan investigasi lapangan di wilayah Kabupaten Cirebon dan terlihat kerusakan di beberapa titik dari pekerjaan yang baru diselesaikan. Ini jelas kita patut mempertanyakan kinerja mereka, apa yang mereka kerjakan, apa yang mereka awasi. Proyek miliyaran tapi hasilnya sangat mengecewakan, jelas kerugian negaranya. Pada proyek Pembuatan Kolam Olag contohnya, jika benar nilainya sebesar Rp 400 jutaan dan pekerjaan tidak ada manfaatnya bahkan kini hilang padahal baru dikerjakan akhir 2018 lalu, jelas itu masuk dalam gagal konstruksi dan sangat jelas negara telah dirugikan oleh kinerja OP BBWSCimancis,” lanjutnya.

Akhir pernyataannya, Ergat melalui Kompi aka sesegera mungkin menyurati Kementrian PUPR, Dirjen SDA, BPK dan BPKP agar mengaudit lebih mendalam terhadap kinerja BBWSCimancis khususnya Satker OP SDA BBWSCimancis.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada satupun dari pihak BBWS Cimancis yang memberikan tanggapannya.

Dirjen SDA saat dimintai tanggapannya melalui sms pada Selasa (30/07/2019) belum memberikan jawaban.(Cep’s)