Komnas HAM dan Laporan Tahunan AS Sebut OPM Pelanggar HAM

0
81

Inapost.com Jakarta – Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik, mengatakan bahwa Komnas HAM sedang menyoroti sejumlah peristiwa kekerasan ditanah Papua yang dilakukan oleh kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Lebih lanjut Komnas HAM menyatakan telah menemukan beberapa kasus tindakan kekerasan yang sangat brutal tersebut.

Satu peristiwa kekerasan yang dianggap cukup parah oleh Komnas HAM adalah kekerasan yang terjadi di Wamena sebagai buntut dari aksi rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Ketika itu, Ahmad Taufan Damanik mengatakan Komnas HAM merasa sangat khawatir bila terjadi konflik horizontal antar masyarakat di Tanah Papua akibat kejadian tersebut.

“Seperti peristiwa Wamena dan kota lain, demonstrasi setelah isu rasisme di Surabaya kami catat ada aksi kekerasan separatisme OPM itu. Bahkan saya ketemu Kapolda dan Pangdam saya katakan jangan dipublikasikan karena sangat sadis, khawatir ada serangan balik dari kelompok masyarakat yang marah,” ucap Ahmad.

Ditempat terpisah, Amerika Serikat (AS) dalam laporan HAM tahunannya meyinggung soal serangan yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang menurut Washington menimbulkan kekhawatiran serius.

Lebih lanjut, laporan tersebut menyebutkan bahwa di Provinsi Papua dan Papua Barat, pasukan pemerintah melanjutkan operasi keamanan menyusul serangan yang dilakukan oleh Gerakan Papua Merdeka, di mana 19 warga sipil dan satu tentara tewas. Hal ini menyebabkan ribuan penduduk provinsi mengungsi, serangan lebih lanjut Gerakan Papua Merdeka yang menyebabkan kematian warga sipil dan pasukan keamanan, dan menciptakan keprihatinan kemanusiaan yang serius.(M)