Komjen Boy Rafli kah Calon Kuat Kapolri

0
217

INAPOS, JAKARTA,- Sedikitnya ada lima jenderal bintang dua berpangkat Irjen di lingkungan kepolisian akan bersaing ketat untuk bisa masuk menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 1 Desember ini.

Mereka adalah Kapolda Riau, Irjen Agung Setya, Kapolda Metro Jaya, Irjen M Fadil, mantan Kapolda Bali, Petrus Golose, Korsahli Kapolri, Irjen Nana dan Kapolda Jabar, Irjen Dopiri.

Ind Police Watch (IPW) melihat, persaingan ketat kelima jenderal ini untuk menjadi Kepala BNN tak terlepas dari makin riuhnya bursa Kapolri seiring akan pensiunnya Kapolri Idham Azis pada akhir Januari 2021.

“Salah satu syarat untuk bisa masuk dalam bursa calon Kapolri adalah harus menjadi jenderal bintang tiga (Komjen),” ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (25/11/20).

Ia menyebut, dalam waktu dekat akan ada dua posisi Komjen yang pensiun. Yakni Komjen Heru Winarko kelahiran Jakarta, 1 Desember 1962. Heru adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 1 Maret 2018 memegang jabatan sebagai Kepala BNN. Lalu Komjen Didid Widjanardi kelahiran Surakarta 14 Januari 1963. Didid adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 3 Maret 2020 memegang jabatan sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional.

“Seiring akan pensiunnya Heru diperkirakan pada akhir pekan ini Polri akan kembali melakukan mutasi besar,” sebutnya.

Lebih lanjut, Neta mengatakan, gerbong rotasi ini adalah tahap pertama untuk menyongsong suksesi Kapolri di akhir Januari 2021. Diperkirakan gerbong rotasi kedua akan terjadi di Minggu pertama Januari.

“Dalam gerbong rotasi pertama akan ada lima jenderal bintang dua yang akan bersaing ketat untuk masuk menjadi Kepala BNN,” katanya.

Dari lima jenderal bintang dua itu, IPW melihat hanya ada dua jenderal yang paling kuat sebagai calon Kepala BNN, yakni Irjen Agung Setya dan Irjen Petrus Golose. Agung adalah nama baru dalam bursa calon jenderal bintang tiga di Polri. Namanya muncul setelah Presiden Jokowi tertarik dengan program kerjanya selama menjadi Kapolda Riau. Sedangkan Petrus Golose adalah Kapolda paling lama menjabat dalam sejarah Polri selama empat tahun lebih menjadi Kapolda Bali. Beberapa waktu lalu Petrus dimutasi dalam rangka persiapan jabatan di luar Polri. Namanya sempat disebut sebut sebagai calon kuat Kepala BNPT namun dia kalah bersaing dengan teman satu angkatannya, Boy Rafli.

Tampilnya jenderal bintang dua menjadi Kepala BNN di awal Desember ini, tentu memunculkan persaingan baru dalam bursa calon Kapolri. Selama ini dari 14 jenderal bintang tiga di Polri, IPW melihat hanya ada empat jenderal bintang tiga yang menjadi calon kuat untuk masuk bursa kapolri, yakni Wakapolri, Gatot Edi, Kabareskrim, Sigit, Kabaharkam Agus dan Kepala BNPT, Boy Rafli.

“Jika 1 Desember nanti ada bintang dua yang masuk menjadi Kepala BNN, yang bersangkutan diperkirakan juga bakal meramaikan bursa calon Kapolri,” tandasnya.

Sepanjang kariernya, ia sempat menduduki sejumlah posisi strategis di institusi kepolisian. Sebelum menjabat Kepala BNPT, Boy ditunjuk menjadi Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Wakalemdiklat) sejak Agustus 2018. Bahkan tahun sebelumnya, tepatnya pada April 2017 menjabat sebagai Kepala Polda Papua, Kapolda Banten selama sekitar dua tahun yaitu pada Desember 2014-April 2016.

Di sela kedua jabatan kapolda tersebut, Boy menjabat selaku kepala Divisi Humas Polri. Rotasi jabatan tersebut dilakukan di bawah kepemimpinan mantan Kapolri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti. Boy diketahui cukup malang-melintang di dunia komunikasi. Ia pun telah menduduki sejumlah jabatan di Divisi Humas Polri.

Ia sempat menjadi Kabid Humas Polda Metro Jaya. Setelah itu, Boy menjadi Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri. Diikuti dengan jabatan berikutnya sebagai Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri.

Bahkan, Boy telah menyandang gelar doktor di bidang ilmu komunikasi dari Universitas Padjajaran, Bandung. (Red).