Kodim 0503/JB, Polres, Pemkot Jakbar dan Stakeholder Lainnya Gelar FGD Bahas Penerapan Protokol Kesehatan

0
65

Jakarta.- Kodim 0503/JB, Polres Metro Jakbar, Pemkot Jakbar dan seluruh stakeholder lainnya melaksanakan Focus Group Diskusi (FGD) Penerapan Protokol Kesehatan, di Wilayah Jakarta Barat. Bertempat di Aula Yayasan ST. Mariam, Kebon Jeruk, Jakbar.

Hadir dalam FGD tersebut, Walikota Adm. Jakbar, Dandim 0503/JB, Kapolres Metro Jakbar, Waka Polres Metro Jakbar, Asisten jajaran Kota Adm. Jakbar, Kasudin Perhubungan Kota Adm. Jakbar, Kasatpol PP Kota Adm. Jakbar, Danramil jajaran Kodim
0503/JB, Kapolsek jajaran Polres Metro Jakbar, Kepala Stasiun, Wilayah Jakarta, Kepala Terminal, Wilayah Jakbar, Kepala PD Jaya, Wilayah Jakbar, Pengelola Swalayan Wilayah Jakbar, para pengusaha di wilayah Jakarta Barat, MUI Jakbar, Ketua FKUB, Ketua Patoga, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Walikota Jakbar, Drs. Rustam Effendi dalam sambutannya, mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini, dengan mengundang para pengusaha, pengelola tempat umum, Kepala Stasiun, Terminal maupun PD Jaya. Sampai dengan saat ini PSBB masih diberkakukan sampai dengan 4 Juni, di Jakarta PSBB sudah diperpanjang 3 kali.

“Pertanyaannya setelah berakir tgl.4 Juni, bagaimana?. Bisa diperpanjang bisa tidak, tergantung kedisiplinan masyarakat, bila Covid-19 terus naik maka PSBB bisa diperpanjang lagi,” ucap Rustam.

Untuk data Positif Covid-19 saat ini 1. Nasional:
a. 30 Mei, 25.773 Orang
b. 31 Mei, 26.473 Orang
c. 01 Juni, 26.946 Orang

2. DKI Jakarta
a. 30 Mei, 7.230 Orang
b. 31 Mei, 7.346 Orang
c. 01 Juni, 7.485 Orang

3. Jakarta Barat
a. 30 Mei, 1.127 Orang
b. 31 Mei, 1.133 Orang
c. 01 Juni, 1.147 Orang

Rustam menyebut, “dari angka-angka tersebut bisa dapat ditarik kesimpulan bahwa penderira Covid-19 setiap hari masih terus bertambah. Yang perlu diperhatikan, kita harus bisa hidup dalam kondisi bersih dengan memperhatikan protokol kesehatan. Bilamana PSBB diberhentikan, maka tempat-tempat yang akan dikunjungi oleh masyarakat harus menyiapkan fasilitas kesehatan, harus ada pengawalan dan pengawasan dari tiap-tiap unsur,” imbuhnya.

Sementara Dandim 0503/JB, Kol. Valian Wicaksono Magdi menyatakan, sesuai dengan Pergub tentang PSBB, kami aktif melaksanakan penegakan disiplin, bahkan sudah memberikan sangsi bagi pelanggar PSBB, sesuai Pergub No.4, dari teguran, membersihkan tempat umum sampai denda.

“Untuk beberapa Pelanggaran selama PSBB ialah masih banyaknya masyarakat yang tidak menggunakan Masker, berboncengan sepeda motor bukan keluarga, tetapi rekan kerja. Antrian berdesak-desakan dalam suatu kegiatan, tidak jaga jarak di MRT, Stasiun maupun ditempat-tempat lain,” ungkap Dandim.

Sesuai surat telegram Panglima TNI tentang penegakan disiplin, TNI-Polri akan melakukan pengawasan dan pengamanan pada sektor perdagangan dan transportasi. Sektor perdagangan pada pasar modern dan pasar tradisional. Sedangkan sektor transoprtasi darat, laut dan udara.

“Kegiatan yang telah dilaksanakan pembuatan posko di LTC Glodok. Tidak ada Supermen atau Gatotkaca yang ada Persatuan untuk sama-sama melawan Covid-19,” tandasnya.

Sejalan dengan hal itu, Kapolres Metro Jakbar, Kompes Pol Audy Lattuheru menjelaskan, dalam penerapan disiplin penegakan PSBB, sama ketika pertama kali kewajiban menggunakan helm pada saat menggunakan sepeda motor, awalnya susah banyak pertentangan dari Masyarakat. Disiplin bukan hanya tidak ada orang dijalan atau masyarakat sudah menggunakan Masker, namun disiplin berhasil ditandai dengan menurunnya angka Covid-19

“Berkaitan dengan rencana new normal yang akan diterapkan, maka tempat umum yang akan dibuka harus menyiapkam protokol kesehatan,” pungkas Kapolres. (El)