KKB Tembak Mati Guru Sekolah di Papua: Kejahatan Kemanusiaan Yang Tidak Bisa Dibenarkan

0
146

inapost.Com Papua – Penembakan terhadap dua orang Guru, Bapak Oktavianus dan Bapak Yonatan yang dilakukan oleh KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) yang dituduh sebagai mata-mata aparat, hanyalah modus KKB untuk menutupi kejahatan kejinya terhadap korban.

“Itu hanya modus KKB. Disini mereka sering mengancam kios-kios pendatang untuk menyerahkan uang 20 juta rupiah per kios,” ujar saudari RS yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Kepala Humas Satgas Nemangkawi Kombes Pol. M. Iqbal Alqudussy mengatakan bahwa Alm Bapa Oltavianus dan Bapa Yonatan hanya menjalankan tugas sebagai guru dengan niat mulia mencerdaskan anak anak kabupaten Puncak, Papua. Tidak ada bukti kedua guru tersebut sebagai mata-mata aparat.

“Siapapun yang punya hati nurani pasti tidak akan membenarkan penembakan keji tersebut. Saya sebagai manusia sangat berduka dan prihatin terhadap keluarga almarhum,” pungkas Kombes Pol Muhammad Iqbal Alqudussy.

Peristiwa penembakan oleh KKB terhadap warga bisa mengancam nyawa siapapun. Peristiwa serupa pernah juga terjadi tepatnya pada 22 Mei 2020, ada tenaga medis yang sedang menangani Covid 19, ditembak karena dilabeli intel aparat oleh KKB. Tindakan-tindakan KKB ini juga termasuk kategori pelanggaran hak asasi manusia.

Logistik KKB semakin tergantung pada hasil pemerasan ke warga. Kini KKB juga tidak lagi kebagian dana Otonomi Khusus sejak ada larangan tegas dari Kementerian Dalam Negeri kepada Pemerintah Daerah untuk tidak menyalahgunakan Dana Otsus Papua.

“Mereka ini juga pinter memanfaatkan media. Setelah eksekusi korban. Lalu update ke media sosial sebagai sebuah kebanggaan dengan menggiring informasi seolah-olah tindakan mereka sudah benar untuk mencari dukungan publik. Sebenarnya cara-cara tersebut sudah terbaca oleh rekan-rekan media, tetapi masih ada juga media yang masih termakan dengan penggiringan informasi KKB,” tutup Kombes Iqbal.(M)