INAPOS, CIREBON,- Masih kisruhnya kedudukan Sultan Kasepuhan antara Sultan Aloeda II dengan Lukman Zulkaedin membuat keluarga besar Mertasinga yang merupakan keturunan Pangeran Suryanegara turun gunung dan mengambil sikap tegas.

Sikap ini ditandai dengan mengambil alih sementara Perijinan Penguburan.

“Dalam pertemuan kemarin adalah untuk meluruskan hak-hak adat yang telah berjalan sejak ratusan tahun lalu tentang penentuan batasan dari Pintu Pasujudan, yaitu Sebelah barat untuk pemakamam (penguburan) keluarga besar keturunan Trah Keraton Kanoman dan sebelah timur untuk pemakaman keluarga keturunan Trah Kesultanan Keraton Kasepuhan. Hal ini karena Kesultana Keraton Kasepuhan,” jelas Pangeran Panji Jaya Prawirakuma II bin Pangeran Iskandarsyah Prawirakusuma I. bin Pangeran Roliya Martakusuma III. bin Pangeran Akmad Martakusuma II. bin Pangeran Rakmat Martakusuma I ( Pangeran Patih Pertama di Kesultanan Keraton Kasepuhan Cirebon ) bin Pangeran Panduk Suryakusuma III bin Pengeran Lubang Suryakusuma II bin Pangeran. Arya Penengah Abukayat Suryakusuma I ( Pangeran Suryanegara ) bin Sultan Sepuh Jaenidin IV bin Sultan Sepuh Jainidin III bin Sultan Sepuh jamaludin .II. bin Sultan Sepuh. Abi Makari Muhamad Samsudin Bin Pabembahan Ratu Cabon Girilaya bin Panembahan Adipati Sedang Mandegayam. bin Panembahan Ratu Cerbon bin Panembahan Adipati Carbon Seda Kemuning bin Panembahan Muhamad Arifin ( Pangeran Pasarean ) bin Syekh Syarif Hidayatullah s Sayyid Kamil Sultonil Mahfud / Sunan Gunungjati Purbawisesa.

Pangeran Panji pun memaparkan melalui pesan Whatsappnya bahwa sikap ini diambil karena di Kasultanan Keraton Kasepuhan sedang berjalan proses Hukum.

“Oleh karena sedang adanya proses hukum tersebut diatas, maka kami bersepakat untuk sementara dalam hal Perijinan Kubur, kami ambil alih dulu. Agar tidak salah penempatannya. Kalau yang meninggal dunia trah Keraton Kasepuhan untuk sementara ijin kuburnya. dari Kepangeranan Mertasinga,” tutup Pangeran Panji, Minggu (24/4/2022).