Keuskupan Mimika Tolak Transmigrasi

0
502

Inapos, Papua-Wacana Pemerintah pusat melalui program transmigrasi ke Tanah Papua khususnya di Distrik Agimuga Kabupaten Mimika mendapat penolakan dari tokoh agama Katolik, yakni Uskup Keuskupan Mimika, Mgr. John Philip Saklil, Pr. Kehadiran transmigrasi bisa menimbulkan konflik sosial.

“Orang asli Papua (OAP) akan terpinggirkan. Lambat laun OAP menjadi kaum minoritas di daerahnya sendiri,” tegas Uskup sebagai representatif dari gereja Katolik di Keuskupan Mimika yang meliputi, Mimika, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Nabire, Serui dan Biak.

Prinsipnya kitorang menolak. Yang harus dilakukan Pemerintah saat ini fokus dengan program pendidikan dan kesehatan juga program lain yang benar benar menyentuh masyarakat asli papua.

Hal senada juga dilontarkan Gubernur Papua, Lukas Enembe dengan tegas tidak menghendaki program transmigrasi di Tanah Papua. Jangan membuat masalah baru. Kalau transmigrasi dilakukan, kehidupan ekonomi OAP menjadi surut dan tidak tertutup kemungkinan terjadi keretakan status sosial antara masyarakat lokal dan pendatang. (Brt)