Ketum PB STII: 1% Penduduk Minoritas Menguasai 60% Lebih Aset Nasional

0
202

Jakarta.- Pengurus Besar Serikat Tani Islam Indonesia (PB STII) Periode 2019-2024 resmi dilantik di aula Masjid Al Furqon, Jalan Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

Kepengurusan STII secara umum terdiri dari Dewan Kehormatan yang diketuai Abdullah Puteh, Dewan Pertimbangan yang diketuai Noer Sutrisno, Dewan Pakar yang dipimpin Iwan Riswandi. Sementara itu, Majelis Syariah dipimpin oleh Ahmad Zain an Najah, dan Pengurus Besar STII diketuai Fathurrahman Mahfudz.

Tampak hadir Menteri Kehutanan RI Periode 2004-2009, Malem Sambat (MS) Kaban yang dalam acara ini menyampaikan tausiyah ideologis.

Dalam tausiyahnya, Kaban banyak bercerita tentang pengalamannya di dunia pertanian. Dia pun berharap pengurus STII yang baru ini dapat hadir di tengah-tengah para petani. “Dengan dilantiknya STII ini mudah-mudahan benar-benar hadir di tengah petani,” ujar Kaban.  

Menurut Kaban, dalam sejarahnya STII ini sebenarnya hadir bersama dengan kekuatan politik Islam, yaitu Masyumi. Karena itu, menurut dia, besarnya Masyumi waktu itu juga tidak terlepas dari kekuatan petani Muslim. “Jadi kita tidak bisa melepas ini dari sejarah,” ucap Kaban.  

Kaban mengatakan, sebagai organisasi petani yang didirikan sejak 1947, STII saat ini sudah mempunyai basis-basis petani di berbagai daerah. Namun, menurut dia, STII kedepannya jiga harus bisa memodernisasi teknologi untuk pengolahan lahan ataupun hasil pertanian.  

Sementara itu, Ketua Umum PB STII, Fathurrahman Mahfudz, dalam acara ini menyampaikan orasi perjuangan yang bertema kedaulatan pertanian dan pangan.

Problematika kebangsaan dan keumatan bahwa persoalan kebangsaan tidak bisa dipisahkan dengan persoalan keumatan. Mayoritas penduduknya yang muslim bahkan terbesar di dunia meniscayakan suka maupun duka sebagai warga bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pastinya akan sangat dirasakan.

“Seperti dalam politik momen Pilkada dan Pemilu, dalam kurun 4 tahun terakhir telah membuat kita berada pada situasi suhu politik yang tinggi. Kesenjangan faktor demografis dan peran strategis umat akibat dari pilihan politik yang berbeda, umat mengalami keterbelakangan bahkan mengakibatkan kerusakan akumulatif,” ucap Fathurrahman yang juga alumni Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI).

Hingga saat ini dampaknya masih kita rasakan, sambung Fathur, partai-partai Islam yang ada belum mampu menjadi ‘king maker’, bahkan ironisnya banyak menjadi pengikut partai lain. Idealisme menurun dan pendanaan yang tidak dimiliki, menambah politik menjadi sangat pragmatis dan berorientasi hanya pada keuangan dan kekuasaan.

Bidang sosial sejak pemerintahan Orde Baru hingga sekarang cita-cita keadilan sosial semakin jauh dari kenyataan, kini semakin menampakan ketimpangan antara kelompok 1% penduduk minoritas yang cenderung berkecukupan secara ekonomi menguasai lebih dari 60% aset nasional, sementara umat Islam dengan 88% penduduknya masih cenderung lemah dalam menguasai aset ekonomi sekitar di bawah 20%.

Bidang ekonomi, lanjutnya, sistem ekonomi nasional jauh dari sistem ekonomi konstitusi yang diletakkan oleh founding father. Dimana saat itu umat Islam masih banyak yang kaya dan menguasai perdagangan. “Namun, kali ini hanya tinggal kenangan bahkan dalam 20 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya dirasakan oleh 20% penduduknya dan 80% sisanya hanya menjadi penonton,” ungkapnya.

Kekayaan 4 orang terkaya pada 2017 sama dengan kekayaan 100 juta penduduk, sehingga menurut Bank Dunia kesejahteraan 51% penduduk Indonesia hanya dirasakan oleh segelintir orang saja, makanya 20 orang terkaya Indonesia hanya satu orang saja yang muslim.

Untuk itu, pada awal kepemimpinnya Fathurrahman akan fokus melakukan konsolidasi di STII. “Pasca pelantikan ini akan fokus pada konsolidasi organisasi. Kita ingin menetapkan bahwa teman-teman kita di Provinsi atau Kabupaten/Kota, kita akan rapihkan kita akan kuatkan konsolidasi,” jelasnya.  

Selain itu, Fathur bersama pengurus STII lainnya, kedepan juga akan mendirikan seribu kelompok tani di berbagai daerah di Indonesia. “Insya Allah kita akan mendirikan kelompok-kelompok petani. Itu minimal paling tidak dalam tahap awal ini kita akan buat seribu kelompok tani dari berbagai macam bidang sektor pertanian,” pungkasnya.

Acara pelantikan ini juga dimeriahkan dengan bazar UMKM dan launching ATM beras sebagai bagian dari program pro-petani. ATM beras yang produksi anak bangsa ini diluncurkan oleh Dewan Kehormatan STII, Abdullah Puteh. (El)