Ketum APKLI: Kedaulatan Ekonomi Rakyat Harus Direbut Kembali Dari Bangsa Asing

0
200
JAKARTA.- Terkait adanya pernyataan yang disampaikan Ketua Umum KSPI, Sdr. Said Iqbal bahwa Prabowo Subianto ditawari dana oleh Pengusaha sebesar Rp. 15 trilyun untuk menjadi Cawapres Joko Widodo untuk tidak maju sebagai Capres pada Pilpres RI 2019 sebagaimana dilansir dalam beritaplatmerah.com tanggal 1 April 2018.

“Seharusnya Prabowo Subianto menyampaikan hal tersebut langsung ke publik / masyarakat, melakukan konferensi pers demi menyelamatkan rakyat, bangsa dan negara RI. Demikian pula, seharusnya Jokowi juga semestinya memberikan klarifikasi ke masyarakat. Karena negeri ini hanya butuhkan pemimpin kstaria, bukan pecundang.” Ujar Ketua Umum APKLI Dr. Ali Mahsun, M. Biomed. kepada media disela sela kesibukannya, Senin (2/4).
Lanjut Ali, Dirinya menilai pembiaran isu tersebut tidak elok untuk masyarakat, karena masyarakat berada di alam ketidakpastian dan kebingungan.
“Sungguh sangat tidak elok membiarkan adanya isu yang bisa membuat masyarakat berada di alam ketidakpastian dan kebingungan. Tunjuk Hidungnya siapa pengusaha tersebut? Dan sampaikan bukti-bukti yang ada. Sekuat apapun kekuatan modal (kapital) yang mereka miliki saat ini di bumi Indonesia, kita tidak perlu takut karena masih ada kekuatan langit yang maha dahsyat yang sertai kekuatan dahsyat KAWULO ALIT diseluruh nusantara Indonesia. Berikan iklim yang sejuk, damai dan tentram kepada masyarakat ditengah rakyat dan bangsa Indonesia semakin susah hidupnya akibat himpitan dan kesulitan ekonomi yang semakin berat”, tegas Pemimpin Besar Revolusi Kaki Lima Indonesia.
Presiden PKL Indonesia menambahkan, sudah menjadi kewajiban para elit di negeri ini, tidak terkecuali Prabowo Subianto dan Jokowi, serta yang lainnya untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia dan segenap bangsa Indonesia, baik dari cengkraman, tindasan dan penjajahan bangsa kita sendiri maupun bangsa asing.
“Jika para elit di negeri ini sudah tidak berkenan, saya akan pimpin sendiri bersama KAWULO ALIT diseluruh nusantara, 25 juta PKL, Petani, Nelayan, tukang Becak, Sopir, Ojek, Pengemis, Fakir Miskin, dan anak-anak muda generasi penerus Indonesia (remaja, Pemuda dan Mahasiswa) untuk mempertahankan harkat dan martabat Indonesia sebagai bangsa dan negara merdeka dan berdaulat. Ekonomi Kawulo Alit, ekonomi rakyat dan bangsa Indonesia harus ditegakkan kembali, kedaulatan ekonomi bangsa kita harus direbut kembali dari tangan bangsa asing, serta merah dan NKRI harus diselamatkan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Apapun resikonya, bahkan nyawa pun harus dipertaruhkan demi rakyat, bangsa dan negara tercinta Indonesia,” tukas lelaki bersahaja putra asli Mojokerto Jawa Timur ini.
Dirinya pun mengingatkan, perjuangan merebut Kemerdekaan Bangsa Indonesia tidaklah mudah, Negeri ini merdeka dan berdaulat bukan hadiah atau belas kasihan bangsa penjajah atau bangsa asing. Melainkan atas rahmat Allah Swt. Serta atas cucuran darah dan puluhan juta nyawa nenek moyang leluhur bangsa Indonesia melalui penderitaan, perjuangan dan pengorbanan yang sangat panjang dan mendalam selama lebih dari 350 tahun yang dengan tulus dan ikhlas dihibahkan untuk mengantarkan ke pintu gerbang kemerdekaan Negara RI.
“Jangan nodai perjuangan mereka, jangan khianati jasa-jasa leluhur nusantara dan jasa-jasa para pahlawan bangsa Indonesia. Merdeka atau Mati!!!,” pungkas pria berkumis eksentrik yang selalu membaur dengan Kawulo Alit, dampingi, lindungi dan sejahterakan PKL dan rakyat Indonesia.
“Rawe-rawe rantas, Malang-malang tuntas. Makin memerah darah ini. Makin memutih tulang ini. Makin berkobar jiwa ini untuk segara selamatkan merah putih dan NKRI,” imbuhnya. (Red)


Komentar Anda?