Ketua Pembina Yayasan Hang Tuah Pimpin Pelatihan Ecoprint Guru Seni Budaya

0
281

SURABAYA, INAPOS- Sebanyak 40 Guru Seni dan Budaya Satuan Pendidikan (Satdik) di bawah Yayasan Hang Tuah Cabang Surabaya serta 4 Guru dari Paud binaan Pengurus Gabungan Jalasenanstri Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan ( Kodiklatal ) Sabtu (16/2) melaksanakan Pelatihan Ecoprint di Gedung R Mulyadi Kodiklatal Morokrembangan Surabaya yang di pandu langsung oleh Ketua Pembina Yayasan Hang Tuah Ny Manik Siwi Sukma Adji.

Yayasan Hang Tuah Cabang Surabaya kali in menghadirkan seluruh Guru Seni Budaya dari Satuan Pendidikan Tingkat TK,SD,SMP, SMA dan SMK serta beberapa Kasatdik dan juga Pengurus Yayasan Hang Tuah Cabang Surabaya juga turut terlibat mengikuti pelatihan Ecoprint ini. Sementara itu 4 guru Paud binaan PG Jalasenastri Kodiklatal beasal dari Paud Mess Ampel, Paud Perumahan Wonosari 1 dan 2 serta Paud dari Perumahan Hang Tuah Ujung Surabaya.

Ketua PG Jalasenastri Kodiklatal dalam laporannya mengatakan bahwa pelaksanaan Pelatihan Ecoprint ini diselenggarakan oleh Ketua Pembina Yayasan Hang Tuah , PG Jalasenastri Kodiklatal turut memfasilitasi pelaksanaan pelatihan ecoprint tingkat dasar selama satu hari yang dimulai jam 08.00 hingga jam 12.00.

Didepan seluruh peserta orang nomor satu di Jalasenastri yang juga sebagai Ketua Pembina Yayasan Hang Tuah Ny. Manik Siwi Sukma Adji secara langsung memandu pelaksanaan Pelatihan Ecoprint . Ketua Pengawas YHT Ny Chichi Wuspo Lukito, Anggota Pengawas Daerah II Ny. Dien Mintoro Yulianto, Ketua PG Jalasenastri Kodiklatal Ny. Anti Dedi Yulianto turut dalam pelatihan ecoprint.

Harapan Istri Kasal ini adalah pelatihan Ecoprint dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar berguna nantinya. Karena pelatihan Ecoprint ini merupakan Program kerja dari Ketua Umum Yayasan Hang Tuah dan Ketua Pembina Yayasan Hang Tuah dalam rangka mempersiapkan personil TNI Angkatan Laut dan keluarganya yang mana termasuk di dalamnya adalah Yayasan Hang Tuah yang memiliki kemampuan dan ketrampilan ecoprint yang diharapkan bisa membuka peluang lapangan kerja di bidang wira usaha.

Ecoprint adalah teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami dimana kita memanfaatkan dedaunan atau bunga yang tumbuh di sekitar lingkungan kita sebagai bahan dasar pengganti cairan kimia .

Pewarnaan dengan menggunakan unsur-unsur alami ini tidak akan mengakibatkan kerusakan bumi. Ecoprint ini unik karena tidak bisa diulang teknik sederhana yang tidak menggunakan mesin atau cairan kimia. Teknik ini mudah di terapkan di rumah dan dapat menghasilkan barang yang unik.

Pelatihan Ecoprint ini di hadiri Anggota Pengawas Daerah II Yayasan Hang Tuah Ny. Dien Mintoro Yulianto, Ketua Pengurus Gabungan Jalasenastri Kodiklatal Ny. Anti Dedi Yulianto, Ketua Pengurus Yayasan Hang Tuah Cabang Surabaya Drs SD Seputra S.K.M., MM di damping para Kasatdik Yayasan Hang Tuah Cabang Surabaya.

Dikutip dari Brilio.net bahwa asal mula ecoprint ini berasal dari Kampung Karangkajen yang dulu dikenal produsen batik tulis ternama di Yogyakarta. Seiring perkembangan zaman, kegiatan membatik perlahan-lahan hilang karena kalah pasar dengan produk China. Masyarakat Kampung Karangkajen pun memilih profesi lain untuk menyambung hidupnya.
Kini, Karangkajen memiliki julukan baru, yakni Kampung Sains. Terletak di Jalan Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan, Kampung Karangkajen menjelma jadi kampung wisata berbasis edukasi. Beragam kegiatan mulai dari pembelajaran fun sains hingga pelatihan batik ecoprint terselenggara di kampung yang dekat Masjid Jogokariyan.

Tak banyak yang mencolok dari Kampung Karangkajen kecuali adanya makam pendiri organisasi Muhammadiyah, Ahmad Dahlan. Namun demikian, sejak diresmikan sebagai kampung sains, Karangkajen jadi jujugan wisata edukasi. Salah satu yang menjadi incaran wisatawan adalah workshop ecoprint (pen)