Ketua GPMI: Jaga Persatuan dan Kesatuan NKRI

0
61

Jakarta.- Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Jakarta Raya menggelar Pra Raker dan seminar dengan mengangkat tema ‘Merawat Nusantara, Merajut Persatuan Dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika’ di Hotel Maharani, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2019).

Ketua GPMI Jakarta Raya Syarief Hidayatulloh akan terus menyuarakan kepada semua pihak untuk ikut menjaga, merawat persatuan dan kesatuan bangsa pasca Pilpres 2019, serta menyikapi situasi saat ini pasca kerusuhan di Papua.

“Mari merawat persaudaraan dan bangsa ini bukanlah bangsa yang asing dalam menangkap perbedaan. Justru bangsa ini besar dari sebuah perbedaan dan keberagaman seperti Bhinneka Tunggal Ika yakni berbeda-beda tetapi tetap satu,” ucap Syarief.

Syarief berpesan bahwa rekonsiliasi kebangsaan pasca pesta demokrasi juga perlu dirajut kembali. Jangan lagi menebarkan wajah kebencian, tali silaturahim yang sempat terputus akibat perbedaan pandangan politik sudah saatnya dirajut kembali.

“Pilpres sudah usai, waktunya menjaga dan merawat Indonesia. Kini saatnya saling bermaafan dan berlomba menebarkan ujaran kebaikan,” harapnya.

Galang persatuan umat, gerakan sinergis juga perlu dilakukan antara kaya dan miskin agar bisa saling membantu.

Syarief juga meminta semua pengurus PW dan PC untuk kerjasama, tidak saling menyalahkan demi membesarkan GPMI. Alhamdulillah dalam waktu 3 bulan, keberadaan GPMI DKI Jakarta, terlihat sangat luar biasa dan eksis dimasyarakat.

Belum lama GPMI DKI Jakarta, telah melaunching Sister Masjid dan Wakaf seribu Al-Qur’an di wilayah DKI Jakarta. “GPMI DKI Jakarta telah membuktikan, telah berkolaborasi dengan Walikota Jakarta, dalam rangka Maju Kotanya Bahagia Warganya, yang diamanatkan Gubernur Anies Baswedan,” imbuhnya.

Sementara itu, Walikota Kota Jakarta Selatan, H. Marullah Matali mengapresiasi kegiatan Pra Raker GPMI yang dilaksanakan hari ini dan akan mendukung dan mensuport kegiatan yang dilaksanakan oleh GPMI Jakarta.

“Untuk merawat persaudaraan sesama warga DKI Jakarta, dan kata Persaudaraan itulah simbol Islam,” ungkap Walikota Jaksel dalam sambutan di hadapan Pengurus GPMI.

Disela Pra Raker GPMI, diisi juga dengan Kultum yaitu kuliah tujuh menit yang dengan pemateri yaitu Ust. Rahmat Handoko.

Dalam Raker kali ini juga di cetuskan dan diprogramkan untuk melaksanakan kegiatan Jakarta Fair Mini, seperti pesta rakyat seperti Jakarta Fair tempo dulu, yang penuh budaya Islami, yang dinamakan Jakarta Culture And Art.

Pra Raker juga dihadiri oleh para pengurus PC dari 5 wilayah, pendiri GPMI Hamdan Zoelva, Walikota Jakarta Selatan, H. Marullah Matali, Ketua Umum PB GPMI Ustad Aselih Ridwan dan Ust. Rahmat Handoko. (Elwan)


Komentar Anda?