Ketua Brigade 08 Cirebon di Polisikan

0
2425
KOTA CIREBON.- Rusaknya tembok pembatas pembangunan Makam Modern di desa Sampiran, kecamatan Talun, kabupaten Cirebon. Berimbas pada pemanggilan Erwin selaku  ketua DPC Brigade 08 Cirebon Raya oleh Polsek Talun Kabupaten Cirebon pada 25/10.

Hal ini sangat disesali oleh Irwan Sekjen Brigade 08. Menurut Irwan, tidaklah tepat kalau ketua Brigade 08 dipanggil atas dugaan perusakan pagar pembatas.
“Ketua kami tidak mengetahui bahwa tembok tersebut roboh, setelah pihak keamanan (Security) proyek pembangunan memberi kabar kepada Ketua kami, barulah beliau mengetahui dan segera memerintahkan anggota Brigade 08 jangan ada yang mendekat”, jelas Irwan kepada Inapos, Senin (23/10/2017) di Kota Cirebon.
Masih menurut Irwan, Erwin menjadi terlapor akibat dilaporkan oleh PT. Pagoda Mitra Abadi (PMA) sebagai pemilik pembangunan makam tersebut.
“Jika yang dilaporkan itu warga Sampiran, kenapa pemanggilan itu mengerucut pada ketua kami,dalam hal ini kami tidak terima atas pemanggilan kepada ketua Brigade 08 atas dugaan perusakan pagar pembatas pemakaman moderen ,dan pemanggilan ini sangat tidak jelas”, tegas Irwan.
Sebelumnya, Brigader 08 Cirebon memang menjadi Ormas yang mewakili warga Sampiran, menolak pembangunan Makam Moder Mount Carmel.
Menurut Sekjen Brigade 08 ini, alasan  ketidak setujuan  dibangunnya pemakaman modern bagi warga Sampiran dan Brigade 08 adalah karena melanggar PP no 9 th 1987 yerkait TPU,TPBU dan TPK.
“Pembangunan pemakaman moderen ini harus ada ijin dari Kementerian Dalam Negeri terlebih dahulu, kami akan menggugat pemerintah kabupaten dalam hal ini. Kita tahu bahwa keluarnya ijin pmbangunan makam moderen oleh Pemkab untuk PMA selaku pengembang telah menyalahi aturan dan apa yang dilakukan Pemkab Cirebon bertindak inkonstusional dan kami akan infestigasi untuk membuktikan kalau dalam pembangunan proyek ini banyak yang dilanggar  oleh Pemkab Cirebon”, tegas Irwan.
Sementara  pihak Polsek Talun melalui Kanit Reskrim Iptu Mahyudin menanggapi pemanggilan saudara Erwin selaku ketua Brigade 08 baru sebatas dimintai klarifikasi terkait perusakan pagar pembatas proyek pembangunan pemakaman moderen di bumi sampiran  yang dilalukan warga  sampiran  Kecamatan Talun.
Saat dimintai komentarnya, Steven selaku pimpinan tertInggi PT. PMA tidak mau berkomentar bahkan, nomor handphone media ini telah di blokir oleh Steven yang berkantor pusat di Semarang ini. ( Ali G )