Kesiapan FSI Menjelang Reuni Akbar 212

0
251

Inapos, Jakarta.- Rangkaian Aksi Bela Islam atau yang lebih dikenal ABI 212, 411, 313 dan seterusnya. telah membangkitkan kesadaran akan potensi dan kekuatan dahsyat umat Islam Indonesia, terbukti untuk tahap permulaan dalam Pilkada DKI Jakarta, penegakan hukum serta perang di dunia maya telah dengan gemilang yang secara telak. Potensi dan kekuatan tersebut telah berhasil mengalahkan tokoh penista agama yang didukung penuh oleh penguasa, kolaborasi mayoritas kekuatan politik serta support dana tidak terbatas dari pengusaha Aseng.

Presidium Alumni 212 bersepakat untuk menggelar reuni akbar di Monumen Nasional (Monas) puncaknya yaitu 212. Sebelum menggelar reuni, para alumni menghelat acara Kongres Nasional 212 yang dihadiri ratusan peserta alumni aksi 212 di Aula Wisma Persatuan Haji Indonesia (PHI) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (30/11/17).

Acara resmi dibuka pada ba’da Isya dengan iringan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Di samping itu, sejumlah tokoh juga tampak hadir dalam pembukaan ini. Mereka di antaranya mantan Ketua MPR Amien Rais, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif, mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, Buni Yani, Ust. Hasri Harahap Ketum FSI dengan didampingi Diko Nugroho Panglima FSI, Ust. Al Khathath, Brigjen (Purn) Adityawarman, budayawan Taufik Ismail dan Buni Yani.

Foto : Panglima FSI Diko Nugroho yang mendapatkan award dalam Kongres 212, diberikan secara simbolis oleh Budayawan Taufik Ismail.

Panglima FSI Diko Nugroho dalam persiapannya menjelang reuni akbar 212 mengatakan, seperti biasa kami ketika ada perhelatan umat, kami selaku tuan rumah yang juga begitu dekat lokasinya dengan Monas yaitu sekitar 300 meter telah mempersiapkan sepenuhnya.

“Kami telah mempersiapkan fasilitas untuk jamaah dan mujahidin yang datang dari daerah, seperti membangun dapur umum juga tenda-tenda beristirahat secara bersama. Peserta yang telah konfirmasi kepada panitia terdiri dari daerah Solo 16 bus, bogor 3 bus, Tasik, Banjar dan Ciamis 6 bus,” kata Diko kepada Inapos.com seusai Kongres.

Dengan diadakannya reuni akbar nanti, sejatinya untuk memperkuat ukhuwah sesama elemen bangsa, untuk menjaga keutuhan NKRI dari rong-rongan Asing dan Aseng.

Dengan persoalan hukum saat ini, tambah Diko, perlu ada koreksi, soal masalah ketidakadilan hukum dan ketimpangan ekonomi semakin tajam. “Mengenai aksi kembali, FSI akan menunggu fatwa dari beberapa ulama yang tulus dan benar dalam komitmen melakukan jihad menjaga bangsa dan negara,” terangnya.

Semoga setelah berlangsungnya Kongres yang baru selesai, akan menjadikan sebuah titik kemaslahatan umat. Diko juga berkesimpulan, apapun hasil Kongres ini, dalam menyangkut wilayah-wilayah yang sifatnya prinsip dan menyangkut kepentingan orang banyak seperti kasus Reklamasi, Meikarta dan lainnya, ataupun soal Pribumi Bangkit menjadikan sebuah ikon nasional.

Menariknya, dalam Kongres 212 juga memberikan apresiasi award kepada para aktifis hukum yang dikriminalisasi, diantaranya Habib Rizieq Shihab, Ust. Al Khathath, Buni Yani, Ahmad Dhani, Diko Nugroho dan lain sebagainya. (Elwan)


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here