Pompa Air Riol Ade Irma Suryani Cirebon. Foto : Dok Inapos

KOTA CIREBON.- Budayawan Cirebon, Jajat Sudrajat mempertanyakan kerugian negara di kasus dugaan korupsi penjualan pompa air riol Ade Irma Suryani sebesar Rp. 510 juta yang dikeluarkan Kejaksaan Negeri Kota Cirebon.

Menurutnya, kerugian tersebut sangatlah besar. Dijelaskan Jajat, bahwa nilai yang tercatat dalam neraca sesuai audit BPK itu nilainya Rp.19 miliar diperkuat dari audit dan investigasi APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) yang kemudian dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kota Cirebon bahwa barang tersebut hilang.

“Jadi kerugian Rp. 510 juta angka dari mana? Kalau menghitung nilai cagar budaya tidak bisa diukur dengan uang,” ucap Jajat, Sabtu (14/5/22).

Baca Juga : https://inapos.com/kejari-kota-cirebon-tetapkan-4-tersangka-kasus-hilangnya-riol-2-ditahan-2-mangkir/

Jajat menambahkan, untuk menghitung kerugian negara sesuai dengan undang – undang salah satunya yakni BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).

“Jadi, kami sebagai masyarakat menanyakan siapa yang berhak menghitung kerugian negara,” tegasnya.

Baca Juga : https://inapos.com/keberatan-status-tersangka-dugaan-korupsi-riol-an-saya-hanya-pelaksana-bongkaran-selebihnya-bkd/

Baca Juga : https://inapos.com/sempat-mangkir-dua-tersangka-kasus-dugaan-tipikor-penjualan-pompa-riol-dikirim-ke-penjara/

Diberitakan sebelumnya, Rabu (11/5/22)
Kejaksaan Negeri Kota Cirebon kembali menahan 2 (dua) tersangka kasus dugaan korupsi penjualan benda cagar budaya pompa riol yang merupakan aset pemerintah Daerah Kota Cirebon yang sempat mangkir pada panggilan pertama.

Kedua tersangka tersebut LLK (Kabid BMD BKD Kota Cirebon) dan AN (Swasta) menyusul dua tersangka yakni SGT(ASN) dan PD (Swasta) pada (27/4/22) lalu.

Karenanya, perbuatan tersangka melanggar Pasal 2 dan 3, junto pasal 18 UU 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. Junto UU 20 tahun 2021 tentang pemberantasan junto pasal 55 ayat 1 KUHP dan telah merugikan negara sekitar Rp510 juta. (Kris)