Keraton Kacirebonan Gelar Tradisi Rajaban

0
334

KOTA CIREBON.- Keluarga besar Keraton Kacirebonan gelar Tradisi Rajaban atau Isra Mi’raj yang bertempat di Bangsal Prabayaksa Keraton Kacirebonan, Rabu (3/4) malam.

Acara tradisi tersebut dihadiri Plt Kepala Dinas DKOKP Kota Cirebon, Keluarga besar Keraton Kacirebonan, masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Kepala Unit Cagar Budaya Keraton Kacirebonan Elang Iyan Arifudin Dendabrata, SH. mengatakan, tradisi Rajaban dilakukan setiap tahun dengan pembacaan naskah atau kitab yang memakai aksara Pegon yang ditranslet menggunakan bahasa Cirebon.
Menurut Elang Iyan, inti dari pembacaan naskah atau kitab tersebut menjelaskan tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dan berlanjut naik ke Sidratul Muntaha, dari tiap-tiap langit Nabi Muhammad SAW bersilaturahmi dengan nabi sebelumnya yang pernah diutus untuk memberikan satu tuntunan agar hidup lebih tentram. Dan terakhir Silangit ketujuh nabi Muhammad menerima tugas menjalankan sholat semula dengan 50 waktu dalam sehari, akan tetapi mendapatkan pengurangan menjadi 5 waktu dalam sehari.
“Esensinya kita harus tetap bersilaturahmi kepada pendahulu, leluhur yang lebih tua dan muda. Dan pastinya beribadah untuk tuntunan hidup,” kata Elang Iyan.
Elang Iyan menambahkan, Kitab pegon yang biasa dibaca pada tradisi rajaban, kata Dia, telah ada sejak 1 tahun sebelum Keraton Kacirebonan didirikan atau sekitar tahun 1809 an dan diterjemahkan ke dalam bahasa latin sekitar tahun 1970 an. Perubahan bahasa kitab itu tanpa merubah makna dan pengucapannya pun sama dengan bahasa cirebon kawi (dahulu).
 
“Secara penulisan sudah menggunakan bahasa latin. Kedepan, ini menjadi suatu PR buat kami di keluarga besar Keraton Kacirebonan, mudah-mudahan bisa ditranslet ke dalam bahasa Indonesia. Agar audiens yang hadir bisa paham apa isi kitab pegon itu sendiri,” pungkasnya. (Kris)


Komentar Anda?