Kepala desa bersama warganya bantah adanya pungli e-KTP oleh aparatur desa pasir suren

0
155

Sukabumi- Beredarnya pemberitaan di media sosial facebook beberapa hari yg lalu terkait,dugaan oknum perangkat desa pasir suren. kecamatan palabuhanratu kabupaten sukabumi telah melakukan pungutan liar (pungli)terhadap masyarakat setempat dalam pembuatan E-KTP sebesar 30.000 rupiah kepala desa pasir suren bersama masyarakatnya angkat bicara atas dugaan adanya pungli tersebut.

Isti warga desa pasirsiren rt 05/rw 03 saat dimintai keterangan Jum,at (26/02/3021) terkait pembuatan e-KTP menjelaskan kepada inapos.com saya merasa tidak keberatan dengan ngasih uang 30.000 rupiah,justru saya merasa terbantu dengan pembuatan e-Ktp yang di kolektifkan oleh pemerintah desa.saya ngasih uang 30.000 dengan hati yang ikhlas sekali lagi saya sama sekali tidak keberatan”paparnya warga

hal senada dengan tusyani warga pasir suren rw 03 /rt 01 kesehariannya mengurus rumah tangga saat dibtemui di rumahnya pada hari kamis kemarin tanggal 25,februari 2021 tusyaani sangat menyayangkan atas di aploadnya pemberitaan yang menghebohkan dunia maya itu tidak benar dan saya sama sekali tidak keberatan”ungkapnya.

aparatur desa pasir suren tidak pernah meminta uang sebesar 30.000 rupiah”itu ma saya ngasih dengan hati yang ikhlas untuk ganti transpor,karena kalau di pikir-pikir kita buat sendiri ongkos saja pulang pergi itu 20,000 dari rumah saya ke tempat pembuatan e-ktp belum proses nya lama lebih dari 30.000 juga itu udah hal wajar untuk ganti uang transportasi.”jelasnya

di tempat terpisah Ayung sebagai tokoh mas
pemuda kp.cirawa desa pasir suren menyikapi permasalahan di atas,terkait pemberitaan tentang oknum pemerintah desa melakukan pungli,saya mah senyum aja karena tahu sumber nya itu dari calon kades yang kalah bagi saya pribadi inimah berita basi biarkan anjing menggonggong kafilah berlalu yang penting masyarakat selama di jabat pak kades enyang ini banyak perubahan yang signifikan .paparnya.

saat di temui di rumahnya kepala desa pasir suren, Enjang mengatakan”sangat prihatin mendengar pemberitaan di Media sosial facebook di tengah vandemi covid -19,bahwa ada aparatur desa yg telah melakukan pungutan liar sbesar 30.000 rupiah padahal saya selalu mengintruksikan kepada apartur desa pasir suren,dalam proses pembuatan e-ktp.sesuai Pasal 79A undang-undang  Nomor 24 tahun 2013 tentang Administasi Kependudukan, pengurusan dan penerbitan dokumen kependudukan tidak dipungut biaya.
adapun ada di lingkungan pemdes pasir suren yang telah melakukan pungutan terhadap warga pasir suren saya yang akan melaporkan nya .”jelasnya.

lanjut kades dengan tegas saya membantah adanya pungutan liar (PUNGLI) terhadap masyarakat kami yang dilakukan perangkat desa sebesar 30.000 rupiah bahwa apa yang di tuduhkan warga kepada salah satu aparatur desa pasir suren ini semuanya itu pitnah dan tidak benar.

Yang jelas lanjut Kades terkait tuduhan pungli  yang beredar di Facebook tersebut, dirinya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Rt Rw dan kepala kedusunan,untuk mengklarifikasi masalah ini,karena dalam hal ini sudah mencemarkan nama baik pemerintahan desa Pasir suren,atas tuduhan-tuduhan tersebut”pungkasnya.