JAKARTA, INAPOS – Untuk mengetahui perkembangan stok dan harga pangan pokok di Sulawesi Utara, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi
turun langsung melihat perdagangan di Pasar Bersehati Kota Manado Jum’at (21/12/2018).

“Dari pengamatan kita hari ini, yang mengalami kenaikan adalah telur. Seharusnya harga normalnya 23 ribu, tapi menjelang natal ini harganya naik 26 sampai 28 ribu. Sedangkan daging ayam seharus 33 ribu, hari ini mengalami kenaikan menjadi 35 ribu/kg. Sedangkan beras harganya bermacam-macam, ads juga betas bulog yang dijual sesuai HET, tinggal tergantung masyarakat memilihnya,” tambah Agung.

Dalam pemantauan ini, Agung didampingi Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP Tri Agustin Satriani dan Kepala Dinas Pangan Daerah Sulut Sandra Moniaga dan instansi terkait lainnya.

“Kenaikan harga bahan pokok menjelang natal dan tahun baru merupakan hal yang wajar, karena ada kenaikan permintaan,” jelas Agung.

Yang penting tambah Agung, kita harus bisa mengendalikannya jangan sampai melambung terlalu tinggi.

“Kalau harga sudah melampaui batas toleransi tentunya kita akan melakukan operasi pasar, seperti yang ada di kota lain di Indonesia,” tegas Agung.

Menurut Agung, sampai saat ini untuk Sulut, stok pangan masih tersedia dan tercukupi.

“Jadi masyarakat tidak perlu kuatir karena stok masih tersedia hingga beberapa minggu kedepan,” jelasnya.

Menurut Direktur Utama Pasar Bersehati Alwin, kenaikan harga juga dipengaruhi faktor cuaca.

“Faktor cuaca yang memasuki musim hujan juga berpengaruh, karena kelancaran distribusi sedikit terhambat,” ujar Alwin.

Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulut Sandra Moniaga mengatakan sejumlah bahan pokok pangan mengalami kenaikan, tapi tidak terlalu tinggi.

“Ketersedian pangan pokok masih cukup menjelang natal dan tahun baru ini. Untuk itu masyarakat di daerah ini lebih khusus umat kristen yang akan merayakan natal dan tahun baru tidak perlu kuatir karena stok pangan beberapa hari kedepan masih dinyatakan aman,” ujar Sandra.

Monik, salah satu konsumen yang membeli telur tidak keberatan dengan harga naik.

“Wajarlah kalau harganya naik. Naiknya kan nga begitu banyak. Seperti telur ini saya beli 26 ribu. Ya.. naik sedikit. Dan itu wajar-wajar saja. Nanti juga turun lagi,” tuturnya.(red)