Kementan Dorong Bantaeng Menjadi Sentra Bawang Putih Nasional

0
174

JAKARTA, INAPOS -Kementerian Pertanian (Kementan) telah menargetkan swasembada bawang putih pada tahun 2021. Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, salah satu terobosannya dengan mendorong daerah yang memiliki potensi lahan untuk dijadikan sentra pengembangan baru.

Di Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Bantaeng memiliki potensi lahan yang sangat prospektif untuk budidaya bawang putih. Kepala Sub Direktorat Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Agung Sunusi mengatakan tahun ini Bantaeng mendapatkan alokasi bawang putih seluas 50 Hektar. Alokasi saat ini, produksinya diperuntukkan untuk menjadi benih.

“Bila kita hitung setiap hektar bisa menghasilkan 3 ton per hektar berarti tahun 2018 ketersediaan benih bawang putih sebanyak 150 ton. Sehingga tahun 2019, minimal akan di alokasikan sebesar 100 hektar dengan sumber benih dari Bantaeng,” demikian dikatakan Agung saat meninjau potensi lahan pengembangan bawang putih di Bantaeng, Sabtu (22/12).

“Kita harapkan Bantaeng tahun depan sudah mandiri benih tanpa bergantung dari wilayah sentra lainnya,” tambah dia.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian, Bantaeng, Maemunah menyebutkan potensi pengembangan bawang putih Bantaeng mencapai 2.500 ha. Tersebar di 3 kecamatan yaitu Uluere, Sinoa dan Ermes dengan ketinggian 800-1200 mdpl.

“Melihat pontensi tersebut saat ini sudah ada importir yang bekerjasama dengan kelompok tani untuk pengembangan bawang putih sebagai bagian dari implemetasi wajib tanam bawang putih 5%. Dari rencana tanam seluas 50 ha,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sipasiriki Desa Bontomarannu Kecamatan Uluere, Daha menyambut baik bantuan pengembangan bawang putih dari Kementan. Dia mengaku kelompoknya mendapat bantuan benih bawang putih 400 kg per hektar, varietas lumbuh hijau ditambah dengan pupuk, pompa dan cultivator.

“Kami siap mengembangkan bawang putih. Dukungan dari Kementan dan pemerintah daerah sangat memotivasi kami,” ucapnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi menegaskan pada tahun 2018 sentra pengembangan bawang putih yang didanai APBN mencapai 78 kabupaten. Lokasi ini akan dikawal ketat dan intensif untuk memastikan perluasan areal tanam bawang putih.

Hingga saat ini, lanjutnya, luas bawang putih sudah mencapai 10.000 lebih ha yang terdiri dari 5.640 ha alokasi APBN dan sekitar 5.000 ha dari wajib tanam importir bawang putih.

“Ini berarti terjadi peningkatan yang signifikan sekitar 400 persen yang sebelumnya luasan bawang putih hanya 2.000 hektar. Kami terus dorong sentra baru yang ada di luar Jawa seperti Bantaeng Sulawesi Selatan terutam a dalam mendukung penyediaan benih di wilayah,” tegasnya.(red)


Komentar Anda?