Kemenristekdikti Terus Bantu Pulihkan Palu, Donggala, dan Sigi

0
225

JAKARTA, INAPOS –Masih segar dalam ingatan kita musibah gempa dan tsunami yang menerjang Kota Palu, Donggala, dan Sigi pada tanggal 28 September 2018 yang lalu. Sampai saat ini Pemerintah terus berupaya memulihkan keadaan pada kota-kota tersebut. Tidak ketinggalan, Kemenristekdikti sampai hari ini masih terus memberikan perhatian lebih serta bantuan pada korban di kota-kota tersebut.

Kemenristekdikti dalam siaran persnya yang diterima redaksi, hari ini, Rabu (31/10/2018)  menyerahkan bantuan secara langsung ke daerah terdampak bencana tersebut. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan oleh Kepala Biro Keuangan dan Umum Kemenristekdikti, Moh. Wiwin Darwina bersama tim. Bantuan yang diserahkan antara lain berupa 20 tenda ukuran besar, beberapa tenda ukuran sedang, makanan siap saji, serta pakaian & peralatan bayi. Disamping itu berbagai makanan sumbangan dari Pusat Unggulan Iptek (PUI), makanan kesehatan, pakaian, selimut, sarung, seprei, karpet, minuman herbal, food bar pisang protein tinggi, mie gandum instan, makanan kaleng tradisional, balsem cengkeh, coklat bubuk & coklat batang, biskuit, lampu LED, roti kering, madu, obat-obatan, dan peralatan mandi. Juga white board 30 set & alat tulis kantor, kompor gas & tabung gas 8 lusin, berbagai sembako, serta 3 ton beras berkualitas bagus. Sejumlah 2 ton beras serta minyak goreng langsung diserahkan Wiwin kepada Wakil Bupati Donggala.

“Saya mewakili keluarga besar Kemenristekdikti menyerahkan bantuan bencana untuk Palu, Donggala, Sigi, dimana total 11,3 ton bantuan sudah dilakukan serah terima dan diberikan melalui Posko Kemenristekdikti di Universitas Tadulako (Untad), dimana hadir pula Wakil Bupati Donggala Vera Elena Laruni untuk secara simbolis menerima bantuan,” jelas Wiwin.

Lanjutnya, mewakili Kemenristekdikti, Wiwin juga melepas 100 relawan Kemenristekdikti yg dikoordinasi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah 3 DKI Jakarta Illah Sailah. Relawan tersebut terdiri dari tenaga medis, dokter, bidan, ahli gizi, tim trauma healing, psikolog, dan lainnya yang dianggap dapat membantu korban bencana untuk pulih kembali seperti sedia kala. Tim relawan itu akan membuka posko di kota Donggala dan Sigi selama 5 hari. Ia juga menambahkan sudah memberikan bantuan berupa 17 unit tenda khusus bagi Untad yang pada saat gempa terjadi beberapa gedungnya rusak berat sehingga tidak bisa dipakai untuk perkuliahan.

“Semoga bantuan ini akan meringankan beban para korban,” ujar Wiwin saat menyerahkan langsung bantuan kepada Rektor Untad Muh. Basir Cyio. (red)

 


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here