Kemendagri Terima Bantuan dari Tahir Foundation

0
277

JAKARTA.- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerima bantuan dari Tahir Foundation terkait penanganan Covid-19. Bantuan diserahkan langsung perwakilan Tahir Foundation Aizirman Djusman Perwakilan Tahir Foundation selaku Advisor yang diterima Plt. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Muhammad Hudori di Gedung A Kemendagri, Jakarta, Kamis (16/4/20).

“Ini sebenarnya sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan dari Tahir Foundation dalam hal ini dari Pak Jonathan tahir. Keadaan bangsa kita, negara kita dalam usaha kita untuk memerangi Covid-19, jadi Tahir Foundation pada hari ini menyerahkan tahap awal 400 multivitamin untuk menjaga ketahanan tubuh, serta 500 box masker, ini dalam kerangka tahap pertama,” kata Aizirman.

Ditambahkannya, untuk tahap kedua ke depannya, Tahir Foundation kembali akan menyerahkan bantuan berupa masker, alat perlindungan diri (APD), dan sejumlah voucher.

“Nanti sebenarnya ada 1000 box masker, 1000 box multivitamin dan juga APD 500, dan ditambah nanti ada dalam bentuk voucher sejumlah Rp. 2 Miliar, hal ini kami serahkan kepada Kemendagri. Tadi sudah diterima oleh Pak Sekjen, dan nanti selanjutnya mungkin Pak Sekjen akan menyerahkan kepada pihak-pihak yang berhak untuk menerimanya,” tambah Aizirman.

Atas nama Kemendagri, Plt. Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori mengucapkan terima kasih atas atensi yang diberikan Tahir Foundation terhadap penanganan Covid-19 di dalam negeri.

“Yang pertama saya tentu atas nama Kemendagri, mengucapkan terima kasih atas sumbangan yang begitu banyak dari Tahir Foundation, walaupun tadi disampaikan ini baru tahap yang pertama, nanti akan ada tahap yang kedua. Sekali lagi ya kami tentu terima kasih, apresiasi ya terhadap bantuan ini dan selanjutnya kami akan inventarisasi,” kata Muhammad Hudori.

Lebih lanjut Hudori mengatakan, bantuan yang diberikan akan disalurkan terlebih dahulu kepada internal dan komponen dalam Kemendagri, terutama bagi yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 seperti tenaga medis maupun Pamdal.

“Terutama misalnya untuk masker ini saya kira kan di Kemendagri kita di internal dulu. Nah nanti mungkin kelebihan dari sini kita bisa saja bagi Pemda yang membutuhkan. Sementara ini kita simpan dulu dan kita distribusi di komponen Kemendagri, terutama misalnya yang garda terdepan, Pamdal, kemudian tenaga kesehatan. Masing-masing komponen itu kan di Kemendagri ada tenaga kesehatan,” tutupnya. (Red/Hms)