Kemendag Intensifkan Pengawasan Terhadap Pelaku Usaha Jasa

0
315

INAPOS, JAKARTA- Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) akan melakukan pengawasan secara intensif kepada pelaku usaha di sektor jasa.

“Sektor jasa kan sudah banyak berkembang dan komplain-komplain masyarakat/konsumen terhadap jasa yang dikonsumsi juga sudah mulai banyak. Untuk itu, selain ada UU Perlindungan Konsumen, ada UU Perdagangan. Nah, sektor jasa akan kita lakukan lebih intensif lah,”kata  Dirjen PKTN Kemendag Veri Anggriono di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Veri mengaku, sebagai solusi awal pihaknya akan mengundang pelaku-pelaku usaha untuk memperoleh masukan. Diungkapkan dia, sektor jasa yang  paling banyak mendapatkan komplain dari masyarakat, salah satunya adalah jasa umroh, jasa leasing,  perjanjian-perjanjian kecil, masalah kartu kredit,  dan pengenaan tambahan 3 persen.

“Nah, itu kan dasar hukum nya seperti apa, kita akan lihat lagi,”ujar Veri.

Menurut dia, latar belakang rencana tersebut di antaranya untuk menjamin terpenuhinya hak-hak konsumen dan mendorong pelaku usaha berlaku jujur dan bertanggungjawab

Veri mengaku belum bisa menyebut angka pasti terkait jumlah pengaduan konsumen, namun dia memastikan sudah banyak komplain dari masyarakat dari  pelaksana jasa –jasa umroh, atau perusahaan berkedok  MLM  (Multi Level Marketing ) dengan cara mengumpulkan dana-dana dari masyarakat.

“Berkedoknya jasa MLM, tetapi mengumpulkan dana masyarakat, akhirnya dananya masyarakatnya terserap, janji-janjinya tidak dipenuhi,”imbuh Veri.

Veri menyebut, PKTN sedang menyiapkan petunjuk teknis (juknis) di tahun ini. Dengan begitu, pengawasan terhadap sektor jasa juga bisa semakin dipercepat.

“Kita kan ada proses pengawasan berkala. Berproses lah. Kita gak langsung memberikan sanksi, tetapi peringatan-peringatan, tetapi kalau sudah merugikan konsumen secara besar-besara, ya kita lakukan tindakan,”tegas Veri. (red)