Kemenag Kembangkan Sistem Informasi Dosen Agama Islam pada PTU

0
238

TANGERANG.- Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) selama dua minggu terakhir gencar mensosialisasikan sistem pendataan dosen Agama Islam pada perguruan tinggi umum.

Direktur PAI Rohmat Mulyana menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada referensi yang valid terkait sumber informasi tentang jumlah dosen Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum (PTU).

“Data dari Asosiasi Dosen Pendidikan Islam (baca: ADPISI) menginformasikan kurang dari 800 orang. Sementara jumlah prodi di PTU itu mencapai 28.000-an. Jadi, itu adalah sebuah angka yang tidak rasional. Padahal data itu sangat penting dalam penentuan kebijakan,” papar Rohmat di hadapan peserta Penguatan Kapasitas ICT Dosen PAI pada PTU yang berlangsung di Tengerang, Selasa (16/07).

“Dalam beberapa rapat penyusunan Rencana Strategis beberapa pekan lalu, kita belum bisa merencanakan secara matang terkait program penguatan dosen PAI pada PTU. Maka, pembuatan sistem ini sangat menopang kesuksesan program-program yang akan datang terkait keberpihakan pada dosen PAI,” lanjutnya.

Untuk menghasilkan data valid dan cepat, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyediakan daya “penarik”, yakni beberapa program bantuan, seperti bantuan penelitian pembinaan, peningkatan kualifikasi dosen, penghargaan penulisan buku ajar PAI pada PTU, bantuan asosiasi dan lain sebagainya.

Secara teknis, dosen harus memasukkan data dirinya dalam sistem yang disediakan. “Dosen yang dapat mengakses program bantuan, harus mengisi database terlebih dahulu. Karena sistem tersebut terkait,” jelas Kasi Bina Akademik PAI pada PTU Anis Masykhur. Hingga saat ini, lanjut Anis, dosen yang sudah mengisi data base hampir mencapai 200 orang.

Pertemuan para dosen PAI pada Perguruan Tinggi se DKI Jakarta, Banten dan Lampung ini berlangsung di Bogor dan Serpong, 15-17 Juli 2019. Selain untuk kepentingan data, pertemuan ini juga ditargetkan dapat menggugah semangat para dosen untuk dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung karirnya.

“Bantuan pendampingan penelitian dan penulisan karya ilmiah menjadi salah satu program yang favorit bagi para dosen,” terang mantan Kasi Penelitian tersebut lebih detail.

Dalam forum pertemuan tersebut, hadir Sekretaris Direktorat Jenderal Pedidikan Islam Imam Safei, Dosen UIN Sunan Ampel Agus Affandi, Guru Besar UIN Walisongo Syamsul Ma’arif, dan beberapa pejabat Kementerian Riset-Teknologi dan Pendidikan Tinggi. (Red)