Kemenag Gelar Workshop Management Pencegahan Suap

0
318

JAKARTA.- Itjen Kementerian Agama menggelar Rapat Persiapan Workshop Manajemen Pencegahan Suap. Rapat yang berlangsung, di kantor Itjen Kemenag, Cipete, ini dihadiri Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Menag Lukman berharap workshop ini dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan ASN Kemenag, khususnya Itjen, dalam mencegah perilaku koruptif.

“Workshop ini menjadi upaya untuk membuat semacam modul, pelatihan, bagi jajaran Itjen dan Kemenag, khususnya mereka yang menduduki posisi strategis,” kata Menag Lukman, di Cipete, Senin (15/7).

Dijelaskan Menag, praktik korupsi penyebabnya sangat komplek. Setidaknya dari acara ini ada dua hal yang ingin diwujudkan. Pertama, meningkatkan kesadaran ASN tentang bahaya dan destruktifnya sikap korupsi. Kedua, mendorong terciptanya lingkungan bebas korupsi.

Karenanya, lanjut Menag, rapat ini harus dapat mendiagnosis dan mengetahui akar persoalan munculnya praktek tidak terpuji di Kemenag. Sebab, praktik tidak terpuji ini semua harus hilang.

Selain peningkatan kesadaran, penguatan sistem juga tidak kalah penting. Pengaduan masyarakat (Dumas) harus dikelola dengan baik sehingga bisa menjadikan ASN tidak berani melakukan penyimpangan.

“Sistem bisa dibangun, bagaimana di Kemenag, khususnya pada posisi strategis (Kanwil, Rektor,PPK) pusat dan daerah, semakin memiliki tingkat kesadaran yang penuh bahwa praktek tidak terpuji harus dihindari,” pesan Menag.

Menag mengapresiasi kesediaan tim ICW untuk sharing informasi terkait pencegahan korupsi agar kinerja Kemenag semakin membaik.

Kepada tim Itjen, Menag berpesan untuk mengubah maindset, tidak semata berorientasi pada penindakan (menghukum), tapi pencegahan dini. “Kedepankan pencegahan, sebagai mitra, agar ASN Kemenag tidak melakukan kesalahan, sejak dini,” tegas Menag.

Sebelumnya, Plt Irjen Thomas Pentury menyampaikan bahwa program kerja Itjen bertujuan untuk menyiapkan sistem yang lebih baik, agar bersih dari KKN. Itjen Kemenag ingin menata manajemen pencegahan suap. Di lingkungan Itjen, lebih banyak problem yang dihadapai adalah terkait gratifikasi, semuanya agar bisa ditata dengan baik guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Tata kelola keuangan, dan manajemen bisa ditata dengan baik,” kata Thomas.

“Pelatihan ini kiranya bisa menjadi model dan gerakan. Pelatihan ini juga mampu membangun kinerja yang baru untuk mencegah tindakan-tindakan korupsi. Kedepannya, ASN Itjen bisa mengimplementasikan sistem yang sudah dibangun,” kata Thomas.

Acara ini diikuti oleh pejabat Itjen Kemenag. Hadir sebagai narasumber, Kepala Akademi Anti Korupsi ICW Ade Irawan dan Wakil Direktur visi Integritas Emerson Yuntho. (Red)