Kembali, Kegiatan KAMI Dibubarkan

0
127

INAPOS, JAKARTA,- Sepertinya, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) selalu menjadi kelompok atau kumpulan masyarakat yang selalu diawasi dan diperhatikan. Setiap kegiatannya selalu menimbulkan isu besar, seperti yang terjadi di Jambi pada Jumat (30/10/2020) kemarin.

Kegiatan KAMI ini kembali digagalkan. Deklarasi KAMI Jambi yang digelar secara internal dan virtual dibubarkan Polisi. Presidium KAMI Gatot Nurmantyo yang sudah hadir via aplikasi zoom pun batal memberikan pidato kebangsaan.

Pembagian dan penyuapan Tumpeng

“Kami sudah beberapa kali mengajukan izin kegiatan deklarasi namun selalu ditolak karena masa pandemi. Sebabai organisasi yang menjunjung tinggi moralitas, akhirnya kami memutuskan untuk menggelar acara secara internal di sekretariat KAMI Jambi, dan virtual via aplikasi zoom,” jelas panitia acara Muhamad Usman dikutip dari release yang dibagikan dan diterima redaksi.

Usman menjelaskan memang di sekretariat ada sekitar 25 orang. Namun, semuanya sudah menerapkan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, menggunakan masker, dan menyediakan cairan pencuci tangan. “Kita terapkan protokol kesehatan, anggota KAMI Jambi ada 200 orang lebih, tapi yang hadir dibatasi hanya 25 orang, hanya pengurus saja, yang lain silakan mengikuti via zoom termasuk juga dari KAMI Pusat,” jelasnya.

Acara internal dan virtual seperti itu, menurut Usman, kalah jauh dengan acara resepsi pernikahan dan kampanye yang melibatkan banyak orang. “Ini acara internal dan virtual, menerapkan protokol kesehatan kok dibubarkan, tapi kenapa kampanye dan resepsi yang lebih banyak orang datang di tempat lain kok dibiarkan,” ujarnya.

Polisi mendatangani acara, jelas Usman, pada saat Presidium KAMI Din Syamsuddin memberikan pidato kebangsaan via aplikasi zoom. “Polisi sudah ada waktu Pak Din bicara tapi masih di luar,” jelasnya.

Polisi masuk ruangan ketika Prof. Dr. Rochmad Wahab sedang memberikan pidato via aplikasi zoom. “Polisi minta acara dibubarkan, kami nego dan diberi waktu lima menit,” jelasnya.

Usai pidato Prof. Dr. Rochmad Wahab, sebenarnya diagendakan pidato kebangsaan Presidium KAMI Gatot Nurmantyo. Gatot sudah online di aplikasi zoom. Namun, karena dibubarkan Gatot pun batal memberikan sambutannya. Meski demikian, acara pemotongan tumpeng dilanjutkan dengan disaksikan dan dijaga kepolisian. (Rils/Red)