Kemarau, Ancaman Serius Timor Tengah Utara

0
75

INAPOS, NTT,- Musim kemarau menjadi ancaman serius bagi masyarakat di Desa Banuan, Kecamatan Insana Fafinesu Kabupaten Timor Tengah Utara, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Dari pantaun media, tanaman-tanaman di desa ini layu merindukan air dan masyarakat di Desa tersebut kewalahan akan air bersih. Kekurangan air menjadi kendala serius bagi masyarakat di Desa ini.

Kepala desa Banaun ketika media ini menyambangi rumahnya beliau tidak berada ditempat. Sekertaris Desa Banuan yang ditemui, Martinus Manbait ketika ditemui mengatakan “kondisi ini sudah kami alami selama 3 bulan terakhir mulai dari Juli, Agustus dan sekarang September 2019. Kami disini berjuang sendiri-sendiri untuk memenuhi kebutuhan air. Air menjadi masalah vital untuk desa kami pungkas manbait.

Lebih lanjut, kata manbait sumber air di desanya memiliki 2, akan tetapi curah hujan tahun lalu (2018) yang minim maka dari itu tahun ini air disumber mengalami kekurangan debit air.

Lanjutnya, mana mungkin dengan 2 sumber air mampu memenuhi kebutuhan 156 Kepala Keluarga dan 648 jiwa. Untuk mengatisipasi agar semua masyarakat dapat memperoleh air masyarakat di sini rela antri dari pagi sampai malam, dan bahkan ada masyarakat yang nekat tidur di sumber air.
Ditambahkan lagi, masyarakat di desanya mayoritas berprofesi sebagai petani harus menunda pekerjaan di kebun demi rela antri untuk memperoleh air bersih dan ibu-ibu juga harus meninggalkan pekerjaan harian mereka sebagai penenun untuk mengantri di sumber air.
Upaya lain yang dilakukan masyarakat untuk memperoleh air yaitu ada masyarakat yang rela ke Desa tetangga menggunakan motor dan jerigen dengan jarak tempuh 5 km.

Senada dengan sekertaris, ketua BPD desa Banuai yang dimintai keterangan mengatakan kondisi ini menyulitkan masyarakat akan kebutuhan air bersih.

Ketika ditanya mengenai upaya apa yang dilakukan oleh pemerintah desa manbait mengatakan melalui dana desa tahun lalu 2018 kita telah mengupayakan sumur bor akan tetapi tidak berhasil. Dan tahun ini kita rencanakan akan melakukan pengeboran lagi.
Lebih lanjut, Primus Sako ketua BPD mengatakan Dari pemerintah kabupaten Timor Tengah Utara melalui dinas sosial kita belum berkordinasi dengan mereka mengenai masalah ini, tetapi dengan dinas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) kita sudah berkordinasi akhir bulan September lalu. Dari mereka mengatakan bahwa kami sudah terlambat menyampaikan keluhan mengenai hal, waktu itu kalau masih bulan Juni pasti mereka akan layani, tandas Primus.(Andhy)


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here