Keluarga Kesultanan Cirebon Tidak Mengakui Luqman Zulkaedin Sultan Sepuh VX

0
132

KOTA CIREBON.- Keluarga Kesultanan Cirebon menyatakan sikap pasca dinobatkannya Luqman Zulkaedin menjadi Sultan Sepuh XV pada Minggu (30/8/20) lalu.

Pangeran H. Tomy Iplaludin Dendabrata mengatakan, pihaknya menegaskan Keluarga Kesultanan Cirebon tidak mengakui penobatan Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV.

“Kami tegaskan Keluarga Kesultanan Cirebon tidak mengakui Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Kasepuhan Keraton Kasepuhan,” ujar Elang Tomy saat jumpa pers di Keraton Kanoman, Selasa (1/9/20) malam.

Elang Tomi menjelaskan, Luqman Zulkaedin bukan merupakan keturunan langsung dari Kanjeng Gusti Sinuhun Syech Syarief Hidayatullah Sunan Gunung Jati. Untuk itu pihaknya mempunyai kewajiban meluruskan nasab tersebut.

“Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan peninggalan dari Gusti Sinuhun Syech Syarief Hidayatullah Sunan Gunung Jati Cirebon. Karena Luqman Zulkaedin bukan keturunan dan bukan Ahli Waris dari Gusti Sinuhun Syech Syarief Hidayatullah Sunan Gunung Jati Cirebon tidak mempunyai hak dan kewenangan menduduki menjadi Sultan Kasepuhan yang bukan milik leluhurnya,” tegasnya.

Pihaknya sangat menyesalkan, penobatan tersebut sudah merusak tatanan sejarah yang ada di Kasultanan Kasepuhan Cirebon.

“Luqman Zulkaedin dengan menobatkan dirinya sendiri menjadi Sultan Kasepuhan ditempat yang bukan milik leluhurnya telah merusak tatanan sejarah, adat, dan budaya di Kesultanan Kasepuhan Cirebon,” jelasnya.

Sementara itu, Ratu Mawar Kartina mengatakan, pihaknya akan melakukan konsolidasi baik musyawarah dan kesepakatan bersama Keluarga Kesultanan Cirebon terhadap penobatan Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV.

“Artinya beberapa langkah sudah kami inventarisir. Baik dari sudut hukum dan famili seperti apa,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut Mawar, pihaknya juga akan mengakomodir pesantren dan seluruh nasab Sunan Gunung Jati di Seluruh Indonesia.

“Respon sudah sangat banyak dari pesantren yang mempunyai historis, untuk itu semuanya harus di akomodir,” pungkasnya. (Kris)