Kejari Sumber Diminta Jangan Mandul

0
450

KABUPATEN CIREBON,- Kasus dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh Mhd, selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon, jalan ditempat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kasie Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumber, Raditya Rakatama, bahwa kasus dugaan gratifikasi yang dilaporkan oleh Lembaga Kajian dan Investigasi Nusantara (Lakin) dengan pelapornya Priyo Andi Dwiwoko serta nomor surat laporan 002/Lap.Krp/II/2019, masih sekitar pemanggilan.

“Korban bèlum bersedia hadir,” jelas Raka Minggu lau, ketika ditanyakan bagaimana perkembangan kasus dugaan gratifikasi yang dilaporkan Lakin.

Menanggapi jawaban Raka tersebut, Penasehat Bidang Hukum Lakin, Jahri Paidi. S.H. M.Hum menyatakan pernyataan Raka itu tidak benar.

“Bahasa korban itu dalam tindak pidana penipuan. Ini tindak pidana korupsi yaitu gratifikasi atau penyuapan. Harus ada Pemberi atau Penyuap dan yang di suap. Korbanya ya sistem hukum,” papar Jahri melalui pesan Whatsappnya, Kamis (21/02/2019).

Masih menurut Jahri, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi atau gratifikasi ini, panggil terduganya.

“Jika terduga tidak bersedia hadir, Kejaksaan bisa melakukan pemanggilan paksa kalau ada alasan hukum yang kuat. Kecuali ada main mata, ya,” tambah Jahri pula.

Ketika ditanyakan kembali bahwa benar atau tidak pihak Kejaksaan menyampaikan bahwa Korban belum bersedia hadir, Jahri menyatakan itu tidak benar.

“Ya ga benar lah, lha wong yang dirugikan dan menjadi korban itu sistem hukum pemberantasan KKN,” jawab Jahri.

Koordinator Lakin, Priyo Andi Dwiwoko selaku pelapor pun meminta Kejaksaan harus tegas.

“Kejari Sumber diharapkan jangan mandul terkait laporan yang lembaga kami buat. Apalagi, Kabupaten Cirebon dan beberapa pejabat Eselon II sedang dalam bidikan KPK,” ungkap Priyo di kantornya. (Alfan)