0 2 min 6 tahun

Inapos, Jakarta.- Adanya kesimpangsiuran di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat terhadap kasus Pengadaan proyek alat olahraga anggaran tahun 2013 dengan kerugian negara diduga 3 milyar, nilai kontrak pembelian alat fitnes senilai 3,8 milyar, namun yang dibelikan hanya Rp 800 juta.

Yang sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni 2 orang, ialah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial EB dan rekanan CH. Sedangkan MS yang juga sebagai tersangka hanya menjadi tahanan kota.

Saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp, Kasubag BIN Kejari Jakbar Priambudi mengatakan, “silahkan konfirmasi ke Pidsus karena saya hanya sebagai anggota tim,” ucapnya.

Setelah itu Media Inapos.com mencoba untuk menemui Kasi Pidsus, namun ditemuinya Kasi Intel Teguh Ananto. Saat menanyakan alasan MS ditetapkannya sebagai tahanan kota, Teguh mengatakan, “untuk masa tahanan kotanya sepertinya sudah habis, tinggal kita limpahkan ke persidangan,” tuturnya.

Ia juga mencoba meyakinkan bahwa MS belum diputuskan, padahal MS telah diputus. Teguh melanjutkan, “strategi itu kan strategi dari Jaksa, yang satu kan sudah kita limpahkan dalam bersidang dan sudah diputus. Nanti strategi dari Jaksa untuk setelah ini terbukti baru kita limpahkan ke persidangan,” pungkasnya.

Apabila sudah diputuskan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap kita akan melakukan eksekusi, tapi saat ini belum diajukan ke persidangan karena berkas masih di penuntut umum. (Elwan)