Kejari Basel Tingkatkan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Pengadaan Pakaian Linmas Satpol PP Basel Tahun 2020 Ke Tahap ‘Penyidikan’

0
159

Inapost.com Toboali – Bangka Selatan – Sehubungan dengan proses penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Penyelidik Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, berdasarkan Laporan Hasil Penyelidikan kasus dugaan tipikor dalam pengadaan pakaian linmas dan atribut Satpol PP Kabupaten Bangka Selatan TA 2020 dan memperhatikan hasil gelar perkara (ekspose) di Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, Senin (08/03/2021).

“Maka disimpulkan telah ditemukan bukti permulaan yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi sehingga terhadap penanganan perkara ini ditingkatkan ke tahap ‘PENYIDIKAN'”, Tutur Kepala Seksi Intelejen Kejari Bangka Selatan, Dody Prihatman Purba, SH atas seizin Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan Mayasari, SH, MH, melalui Press Release Kejari Bangka Selatan.

Oleh karena itu, terhitung sejak tanggal 09 Maret 2021 status penyelidikan mengenai dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan pakaian linmas dan atribut pada Sapol PP Kabupaten Bangka Selatan telah resmi ditingkatkan ke Tahap Penyidikan sesuai dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRIN-106/L.9.15/Fd.2/03/2021 Tanggal 09 Maret 2021.

Menurut Dody Prihatman Purba, SH, Bahwa tim penyidik Kejaksaan Negeri Bangka Selatan yang telah ditunjuk akan segera melakukan serangkaian tindakan dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang-undang hukum acara pidana, untuk mencari serta mengumpulkan bukti, yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.

“Demikian yang dapat kami sampaikan kepada seluruh rekan-rekan media baik cetak maupun elektronik, apabila ada perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan dalam kesempatan selanjutnya,”ujar Kepala Seksi Intelejen Kejari Bangka Selatan, Dody Prihatman Purba, SH.

Pemberitaan sebelumnya, Disampaikan Kastel, Kejari Bangka Selatan, Dody saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/02/2021), melalui pesan singkat via whatapp pribadinya mengatakan terkait dengan pengadaan baju linmas, sedang dalam proses penyelidikan oleh tim penyelidik pidsus basel.

“Hari senin sampai hari rabu kemarin sudah dimintai 3 orang saksi yaitu Ppk, staff administrasi dan pokja lelang kegiatan tersebut,”ujar Kastel Kejari Basel.

Kemudian saat disinggung mengenai apakah PPK nya diduga tidak memiliki sertifikat proyek pengadaan barang dan jasa tersebut?

Dikatakan Kastel, Kejari Basel bahwa hasil permintaan keterangan dan materi lainnya belum bisa disampaikan karena masih proses.

” Itu materi penyelidikan,” ungkapnya.

“Sedangkan Ppk dan Kpa itu sendiri adalah sdr. RD, pokja lelang itu Sdri.Kra,” kata Kastel.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Armadi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/02/2021), melalui pesan singkat via whatapp milik pribadinya mengatakan “Kami dari komisi I sangat menyayangkan kalau hal ini terjadi, tetapi kita belum tahu persis apakah benar ada kongkelingkong atau memang begitu keadaan sebenarnya,”terangnya.

Tapi kami sangat menyayangkan dalam kondisi negara kita memerangi KKN, tetapi masih terjadi apalagi sekarang pemerintah sedang gesitnya melakukan reformasi birokrasi.

“Oleh karena itu, kami komisi I mendukung pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan sehingga tidak terjadi praduka-praduka¬† negatif dan menjadi polemik di masyarakat,”pintanya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka Selatan, RK, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/02/2021), melalui pesan singkat via whatapp milik pribadinya menyampaikan” Itu dak bener kawan,dak de unsur ape la”,akui Kasatpol PP Bangka Selatan.(M)