Kejagung dan Komjak Diminta Memeriksa Jaksa di Kejari Jakbar

0
580

Jakarta.- Oknum Jaksa di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat diduga menerima suap. Berdasarkan informasi yang didapat, kasus yang menjerat 3 orang terdakwa berinisial MNP, RDT dan JS yang ditangkap oleh Polres Jakarta Barat, di wilayah Jelambar Baru, pada Minggu (24/2) lalu terkait narkoba.

Ketiga terdakwa dalam BAP kepolisian dikenakan pasal 127, kuat dugaan penyuapan puluhan juta guna meringankan kasus dalam putusan persidangan.

Saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan penyuapan, Jaksa yang berinisial IPS menyangkal bahwa hal itu tidak benar adanya. “Semua sudah sesuai aturan dan prosedur hukum, itu hanya isu saja adanya penyuapan,” ucap IPS kepada Inapos.com, Selasa (6/8/2019) di Kejari Jakarta Barat.

Salah satu kerabat kerjanya, berinisial TM yang mendampingi justru menyatakan, walau bagaimanapun saya meminta bantuan teman-teman, mudah-mudahan dapat menetralisir hal ini dalam pemberitaan untuk menjaga nama kita.

Kajari Jakbar Bayu Adhinugroho Arianto, ketika dimintai tanggapannya persoalan adanya oknum jaksa yang menerima suap. Ia katakan, “baik saya akan konfirmasi kepada yang bersangkutan,” kata Bayu melalui pesannya.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada jawaban dari Kajari Jakbar mengenai persoalan tersebut.

Hal itu justru membuat ketidakpercayan masyarakat terhadap sebuah lembaga atau instansi. Pasalnya, mentalitas aparat yang buruk bahkan niatan untuk mencari kekayaan bukan melaksanakan tanggung jawab. Telah menjadi faktor yang menjadikannya seseorang memiliki kecenderungan untuk KKN.

Untuk itu, Komisi Kejaksaan dan Kejagung harus menelusuri juga memeriksa jaksa yang terlibat dalam jual beli kasus, sebab hal itu akan menjadi preseden buruk bagi lembaga yang dikenal sebagai penegak hukum. (EN)