Kebijakan Pemerintah Guna Mendukung Sektor UKM Berorientasi Ekspor

0
82

INAPOS.COM – Pemerintah saat ini sangat gencar untuk terus mendorong daya saing usaha kecil dan menengah (UKM) yang berorientasi ekspor dengan sejumlah paket kebijakan yang digelontorkan.

Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi mengangkat tema “Kebijakan Ekspor tentang Fasilitas Pembiayaan dalam rangka Mendukung Sektor Usaha Kecil dan Menengah Berorientasi Ekspor” dengan para pelaku usaha bertempat di Aston Cirebon Hotel & Convention Center, Jawa Barat, Senin (3/5/2021).

Sosialisasi tersebut secara resmi dibuka oleh Merry Maryati Direktur fasilitasi ekspor dan impor, dihadiri beberapa pelaku usaha secara offline dan online perwakilan instansi Pemerintah Daerah Kota Cirebon, serta kalangan eksportir.

Dalam sambutannya, Maryati menyampaikan pemerintah berharap dengan adanya fasilitas pembiayaan ini dapat meningkatkan daya saing UKM serta mendorong pertumbuhan industri dalam negeri melalui peningkatan ekspor Indonesia.

Dia menambahkan, bahwa dampak Covid-19 sangat dirasakan oleh seluruh pelaku usaha tak terkecuali pelaku UKM, sehingga pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan daya saing para pelaku UKM dengan cara memberikan dukungan fasilitas pembiayaan ekspor bagi yang memiliki potensi ekspor, namun terkendala masalah akses kepada fasilitas perbankan.

Acara sosialisasi diisi oleh 3 (tiga) orang pembicara/narasumber yaitu Pembicara dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon membahas tema “Strategi dalam upaya mendorong ekspor nasional terhadap UKM ekspor maupun orientasi ekspor di wilayah Cirebon” serta pembicara dari PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk membahas dengan tema “Dukungan Lembaga Perbankan terhadap Pelaku UKM dalam rangka pemberian fasilitas pembiayaan untuk meningkatkan ekspor nasional” dan pembicara dari FTA Center Bandung membahas tema “Perlunya Dukungan Pembiayaan dalam rangka Ekspor bagi IJKM Ekspor”. ditegaskan dalam menyampaikan pemaparannya dari masing-masing narasumber pada dasarnya menegaskan bahwa dukungan pemerintah sangat besar dalam hal pemberian fasilitas pembiayaan terhadap pelaku usaha.

Ini menunjukkan bukti komitmen pemerintah dalam upaya peningkatan nilai ekspor dengan metode dan program yang perlu dilakukan langkah bersama dalam mengidentifikasi produk-produk UKM yang akan diangkat ke pasar internasional.

Disamping diperlukan berbagai kegiatan serta langkah-langkah program peningkatan kualitas dan performa produk-produk UKM dalam negeri, juga butuhkan dukungan melalui program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor yang merupakan salah satu anggota komite Penugasan Khusus Ekspor (PKE) yang meliputi 3 (tiga) tugas program kawasan yaitu Trade, financing dan UKM bersama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), yang difokuskan untuk UKM berorientasi ekspor.

Berdasarkan sesi tanya jawab yang dilakukan, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian dari peserta antara lain perlunya sosialisasi secara kontinyu kepada Kementerian/Lembaga maupun para pelaku ekspor, agar kebijakan Penugasan Khusus ini dapat berjalan efektif serta harapan agar bentuk dukungan pemerintah melalui penugasan khusus ekspor ini dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pelaku ekspor. Selain itu, para peserta dari perwakilan K/L berharap agar dapat berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan untuk melaksanakan kebijakan ini. (red)