Kasus Hilangnya Kamera, Putusan PN Jaksel Menangkan Dhea Imut

0
400

Inapos, Jakarta.- Permasalahan Dhea Imut dengan sebuah perusahaan ekspedisi DHL Express telah berakhir. Berdasarkan putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 23 Juli 2018, perusahaan tersebut selaku tergugat dinyatakan lalai karena tidak mengirimkan paket berisi kamera DSLR milik Dhea Imut sesuai tujuan.

Perusahaan akhirnya mengganti harga kamera full set tersebut seharga Rp250 juta secara tunai kepada pihak Dhea Imut. 

Henry Indraguna selaku kuasa hukum Dhea Imut mengatakan, “DHL Express tidak mengajukan banding. Maka inkrah, kami hanya menuntut hak kami saja minta kamera, yang tidak menjadi hak kita tidak kami mintakan,” tutur Henry Indraguna di kantornya kawasan Jakarta Selatan, Kamis (18/10/18).

Lebih lanjut, pihak jasa ekpedisi telah melakukan penggantian berupa uang ganti rugi sebesar Rp250 juta lebih, seperti yang terlampir dalam surat putusan dari pihak Pengadilan. Pihak DHL Express pun telah melakukan penggantian uang ganti rugi tersebut secara tunai.

Dhea Imut mengaku lega karena masalah yang berlangsung sejak sembilan bulan lalu ini akhirnya selesai. “Alhamdulillah kita akhirnya happy ending, kita dapat hak kita mendapatkan keadilan. Mudah-mudahan jadi pelajaran untuk orang banyak juga,” ucapnya.

Rencananya uang yang diterima akan digunakan untuk membeli kamera kembali. “Mau dibeliin kamera lagi, kan selama ini menyewa. Sekarang sudah ada kamera baru gambar jadi lebih bagus lagi dari kemarin,” ucap ibunda Dhea, Masayu Chairani selaku penggugat.

Diketahui kamera dengan tipe Canon C500 yang dikirim Dhea menuju Malang, Jawa Timur diambil oleh orang tidak dikenal tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepada pengirim. Pihak Dhea yang merasa dirugikan akhirnya menggugat sebuah perusahaan ekspedisi dengan nomor laporan 733/PDT.G/2017Pengadilan Jakarta Selatan. (El)