Kasum TNI Tinjau Pembangunan Batalyon Infanteri 615

0
142

KUTAI BARAT.- Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal TNI Joni Supriyanto didampingi Kasdam VI Mulawarman Brigjen TNI Richard Tampubolon dan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kutai Barat- Kaltim, Minggu (16/6/19).

Kedatangan Jenderal Bintang Tiga dan rombongan TNI ini, disambut Bupati Kubar FX. Yapan, Dandim 0912 Letkol Inf Anang Sofyan Effendy, Kapolres AKBP. I Putu Yuni Setiawan, para perwira dan anggota Kodim, serta manajemen perusahaan PT. Gunung Bayan Pratama Coal Block Dua.

Kunjungan ke Kutai Barat dalam rangka meninjau beberapa fasilitas dan lahan untuk pembangunan Batalyon Infantri 615 di Kem Baru, Kecamatan Jempang Kabupaten Kubar, yang dihibahkan oleh  PT. Gunung Bayan Pratama Coal Block Dua kepada Mabes TNI, seluas 5.000 hektar.

Usai meninjau beberapa titik mulai dari Mes hingga Lokasi Pembangunan Batalyon Infantri 615, Letjen TNI Joni Supriyanto mengatakan, lokasi yang ada cukup Ideal, bagus dan luas untuk membuat tempat lahitan prajurit. Dipastikan pembangunannya akan di mulai tahun 2020 mendatang.

“Lokasinya bagus untuk tempat latihan tentara, luas areanya cukup dan tahun depan rencananya akan dibangun Batalyon Infantri 615 disini. Harapan kita setelah dibagun Batalyon disini, ada tempat latihan dan menjadi markas tentara yang cukup potensial untuk pengembangan kekuatan di Kalimantan Timur,” ujar Kasum TNI.

Sementara itu, Bupati FX. Yapan, menyampaikan terimakasih atas komitmen dari TNI untuk membangun Batalyon disini, mengingat hal itu sangat dibutuhkan masyarakat guna menjaga keamanan wilayah.

Masih kata dia, terkait pembangunan Batalyon yang direncanakan mulai tahun depan, dirinya menegaskan hal itu murni dilakukan oleh Mabes TNI. “Namun demikian pemerintah daerah tetap mendukung, salah satunya terkait pembangunan infrastruktur jalan,” kata Bupati.

Bupati menambahkan, bahwa Kasum berjanji tahun 2020 sudah mulai dibangun apa dan semua bersumber dari Mabes. “Pemkab Kubar hanya membantu infrastruktur jalan dan apa yang bisa dikerjakan pemerintah daerah,” lugasnya.

Terpisah Kepala Teknik Tambang PT. Gunung Bayan Pratama Coal Block Dua Yuris Syarudin menjelaskan, dimana total lahan yang dihibahkan kepada Mabes TNI seluas 5.000 hektare. Namun untuk penyerahan lahan tidak dilakukan sekaligus, dan diberikan secara bertahap.

“Jadi sekarang masih tahap satu yang sudah dihibahkan, sekitar 1.700 hektar. Jadi 5.000 hektar itu secara bertahap, karena disitu masih ada lahan yang menjadi jaminan reklamasi dan harus kita reklamasi dulu, kemudian yang dari masyarakat dan harus kita kembalikan ke masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkan Turis, untuk tahap kedua saat ini dalam proses, dimana dalam tahap ke-dua perusahaan akan menghibahkan sekitar 1.300 hektar. “Ditargetkan tahun 2020 sudah bisa diserahkan sepenuhnya lahat tersebut,” pungkas Yuris. (Red/Dim 0912 Kbr)


Komentar Anda?