Kasad Resmi Tutup TMMD ke 103 Desa Melintang

0
67

SAMARINDA.- Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono, secara resmi telah menutup kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018 di kawasan Desa Melintang Kecamatan Muara Wis , Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.

 

Acara berlangsung di tengah lapangan terbuka melalui gelaran upacara yang melibatkan juga warga masyarakat setempat, Selasa (13/11/2018) pagi.

Sebelum melangsungkan upacara, KSAD Mulyono bersama Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto begitu mendarat di Muara Wis menggunakan Heli Mi-17 V5 TNI AD, langsung diajak ke gapura Kecamatan Muara Wis untuk dilakukan prosesi tepung tawar, pemakaian baju adat, pemberian gelar Pangeran Wira Bumi dan disambut tarian Jepen persembahan tamu khas Kutai
selamat datang di gerbang kantor Kec. Muara Wis.

Dalam amanatnya Kasad menyatakan, Selama hampir satu bulan sejak kegiatan TMMD ke-103 ini secara resmi dibuka pada 15 Oktober 2018 yang lalu, para prajurit TNI, anggota Kepolisian, aparat Pemda, serta segenap komponen masyarakat telah bekerja keras, guna mencapai sasaran pembangunan, baik fisik maupun non-fisik, yang mencakup 50 desa sasaran di 50 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

“Di setiap kegiatan TMMD ini, kita dapat menyaksikan semangat kebersamaan serta gotong royong yang terpancar di setiap wajah sekaligus cucuran keringat masyarakat dan aparat yang bersamasama bekerja di lapangan. Hal ini menjadi refleksi kekuatan yang sangat besar dari segenap komponen Bangsa, yang memiliki visi, misi dan tujuan bersama guna mengatasi berbagai persoalan pembangunan serta problematika kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Semangat kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, yang merupakan roh perjuangan Bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara.

Pada pelaksanaan TMMD kali ini kita mengangkat tema “TNI Manunggal Rakyat dalam Mewujudkan Desa yang Maju, Sejahtera dan Demokratis.” Tema ini sejalan dengan visi Pemerintah Pusat melalui kebijakan “Membangun Indonesia dari pinggiran.”

Perlu saya jelaskan, bahwa konsep Imunitas Bangsa pada dasarnya merupakan wujud kepedulian dan keprihatinan TNI AD dalam memandang persoalan sosial, yang berakar dari perubahan sikap hidup dan pudarnya nilai-nilai luhur budaya Bangsa, seperti semangat untuk bersatu, menghormati perbedaan, pantang menyerah dan rela berkorban.

Sebagaimana program TMMD yang telah berjalan secara rutin, pelaksanaan TMMD ke-103 ini diarahkan untuk mencapai sasaran pembangunan fisik dan non-fisik. Dari segi pembangunan fisik, Satgas TMMD beserta seluruh komponen masyarakat secara nasional telah melaksanakan pembangunan infrastruktur pedesaan, berupa pembukaan 52 km lebih jalan baru, serta peningkatan badan jalan dengan panjang total 326 km.

Selain itu, dilaksanakan juga pembangunan dan rehabilitasi puluhan jembatan, rumah ibadah dan sekolah, serta perbaikan rumah-rumah tidak layak huni dan berbagai prasarana sanitasi untuk masyarakat.

Guna mencapai pembangunan yang berkelanjutan, TNI bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri juga telah memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada aparat-aparat desa, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola Dana Desa. Hal tersebut menjadi bagian dari pembangunan non-fisik, yang juga diwujudkan melalui penyuluhan kesehatan, metode bertani dan beternak modern, serta sosialisasi hukum, bahaya Narkoba, maupun kesadaran Bela Negara.

Di samping sasaran pembangunan fisik dan non-fisik tersebut, pelaksanaan TMMD ini juga membawa misi khusus, yaitu untuk menyatukan perbedaan dalam masyarakat guna mencegah potensi perpecahan dan berkembangnya intoleransi, serta menumbuhkan kedekatan antara rakyat dengan prajurit TNI.

Karena itulah, bagi prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD ini saya wajibkan untuk tidur dan makan di rumah masyarakat, dengan memanfaatkan ULP prajurit yang diberikan oleh Komando Atas. TMMD kali ini juga telah mewujudkan sinergi dan kerja sama antara 8 Lembaga Pemerintah setingkat Kementerian. Tercatat bahwa Kementerian Agama turut berkontribusi dalam pemberian bantuan kitab suci Al-Qur’an. Selain itu,

Selanjutnya pelayanan kesehatan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, penyuluhan Bela Negara oleh Kementerian Pertahanan, penyuluhan kesadaran hukum dan bahaya Narkoba dari Kepolisian RI, dukungan bibit pohon dan penyuluhan tentang lingkungan hidup dikoordinasikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta penyuluhan tentang pemberdayaan Dana Desa dari Kementerian Dalam Negeri. Belum lagi kontribusi dari Mitra-mitra TNI dan organisasi kemasyarakatan yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan bhakti sosial.

Usai upacara warga disuguhkan pertunjukan Penerjunan payung dari Kopassus 10 orang diantaranya terdapat Putri Daerah yang berasal dari Kubar yakni Sertu (K) FridaPenerjunan.

Kegiatan dilanjutkan secara simbolis pemakaian kaki palsu penerima 60 orang dari Kasad Jenderal TNI Mulyono dan Ibu Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Sita Mulyono membagikan sembako secara simbolis kepada warga dengan Paket 500.

Sedangkan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto secara simbolis menyerahkanAmbal untuk Masjid Desa
Melintang oleh Pangdam VI/Mlw 20
Gulung (6 X 1,2 m) dan Penandatanganan Prasasti jembatan kayu oleh Bupati Kukar Edy Darmansyah.

Kasad dan rombongan meninjau kegiatan bhakti sosial yang digelar di gedung SD 006 Muara Wis diantaranya sunatan massal 200 orang, pengobatan massal 500 orang, Donor darah 300
dan KB Kes 200 orang. Kegiatan ini juga diadakan Pasar Murah (bazar).

Diketahui Pembangunan fisik yang dilakukan oleh prajurit TNI di Kecamatan Muara Wis meliputi pembuatan jembatan dari kayu ulin sepanjang 1.100 meter dengan lebar 4 meter yang membentang di atas rawa-rawa menghubungkan Desa Sebemban dengan Desa Melintang. (Red/Penrem 091/ASN)


Komentar Anda?