Karyawan Keluhkan Buruknya Sistem Penggajian PT Khavindo

0
1725

KABUPATEN CIREBON.- PT. Khavindo Mebel Indonesia di Kabupaten Cirebon tidak memberikan kesejahteraan dan memiliki banyak keluhan baik kepada karyawan maupun masyarakat sekitar, serta larangan sembilan karyawan yang tidak di perbolehkan masuk ke pabrik tanpa alasan, dan keluhan kepada masyarakat sendiri, tidak adanya sosialisasi nyata dari PT. Khavindo terkait limbah dan bau pabrik yang mengganggu dilingkungan sekitar rumah warga.

Menurut Edi Harsono salah satu perwakilan karyawan PT. Khavindo mengeluhkan, system dan komitmen yang di miliki oleh perusahaan tidaklah jelas, “karyawan harian untuk sekelasnya PT hanya di beri upah 50.000 per-hari,” katanya.

Lanjut edi, dibulan Januari pihak Perusahaan berjanji untuk karyawan bulanan, upah akan dinaikan, akan tetapi setelah di cek olehnya, tidak ada perubahan sama sekali.

Selama ini PT. Khavindo tidak pernah transparan terkait Struk gaji. “Dari pihak perusahaan, karyawan tidak pernah menerima struk gaji, sudah pernah diminta akan tetapi alasan PT tidak bisa mengelurkan. Tapi untuk struk upah harian ada,”ujarnya.

Saat ada kesalahan kerja dari karyawan, pihak PT langsung mempangkas upah karyawan. “Kesalahan karyawan saat bekerja akan dipotong langsung, bukan hanya kesalahan kerja, pihak PT mengeluarkan SP (Surat Peringatan) dengan nilai potongan 50.000, jika kesalahan kerja itu fatal maka nilai potongannya pun lebih besar,”katanya.

Beberapa karyawan mogok kerja lantaran tidak adanya transparasi terkait struk gaji dan meminta hak yang sudah di janjikan oleh PT. Alhasil beberapa karyawan yang mogok kerja tidak di perbolehkan masuk pabrik.

“Keluhan ini dirasakan ke semua karyawan bahkan ada beberapa karyawan yang menyudahi kerjanya lantaran penekanan dari perusahaan ,”katanya, (2/2/19).

Kepala Produksi PT. Khavindo Abidin mengungkapkan selama 6 tahun dirinya bekerja, kekecewaan janji bos yang tidak pernah di tepati berkali-kali pihak PT menjanjikan kenaikan tidak ada buktinya kepada karyawan, “Saya meminta janji itu di tepati sebab janji,” ujarnya.

Bahkan pihaknya termasuk orang yang dikecewakan, lanjut Abidin dengan tegas” jangan pernah janji yang manis kalau pada akhirnya itu pahit, berikan hak yang sudah dijanjikan walaupun itu seperak atau berapapun yang penting janji harus di tepati,”ujarnya.

Pak ito sebagai karyawan yang paling lama hampir 8 tahun lamanya saat diwawancarai ” saya bekerja disini penuh perjuangan demi keluarga, kringat kita di bayar tidak sesuai, cukup janji yang perlu dibuktikan dari pihak PT,” ujarnya.

9 Nama yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam pabrik, Abidin Kepala Produksi,Edi Harsono QC Fhinising, Ito QC T3, Surali repair kayu, Jumana Qc T2, Rosaedi QC anyam, Kusmana QC Rangka, Maman repair kayu,Yayat Qc Anyam.

Begitu pun yang di keluhkan Kusmana Karyawan PT. Khavindo, bekerja selama 2 tahun hanya di beri upah 68.000 tanpa ada perubahan. “saya kerja disini selama 2 tahun hanya 68.000 tidak ada perubahan sama sekali, saya berharap UMR Kabupaten Cirebon harus dibenahi agar seluruh karyawan maupun buruh bisa sejahtera,”pungkasnya.

Menurutnya, Lanjut Kusmana saat saya sakit saya kena potongan, padahal untuk karyawan bulanan tidak ada ketentuan potongan, saat ditanya, berbagai alasan dari pihak PT, terkait tidak menggunakan rompi dll.

Pihak karyawan sendiri tidak mempersoalkan adanya potongan terkait pelanggaran-pelanggaran yang ada, akan tetapi meminta Hak yang sudah dijanjikan PT dan kejelasan serta keterbukaan terkait struk pelanggaran dari pihak HRD (Human Recources Departement) PT. Khavindo Tumpley sendiri tidak pernah mengeluarkan aturan itu, aturan tersebut di buat dari pihak PT. Khavindonya, Menurut Karyawan Setempat Saat Diwawancarai.

Keluhan warga yang berada di lingkungan PT. Khavindo pun menerima dampak alam yang kurang baik,menurut salah seorang warga, Pak Undo

“Penampungan limbah warna dan limbah treatment lainya dibuat sembarangan, pihak pabrik tidak membuat penampungan melainkan dibuat tampungan resepan yang mengakibatkan limbah pabrik tercium bau yang sangat menyengat dan bisa membuat hewan ternak di sekitar mati dikarnakan tidak mengalir hanya mengendap di penampungan,”pungkasnya.

Pihak PT. Khavindo berjanji Lanjut,” Pak Undo. “jika ada ternak warga yang mati akan di gantikan, tapi jika nyawa manusia kan tidak bias diganti,”katanya.

Sampai berita ini diturunkan, PT. Khavindo belum ada tanggapan terkait keluhan karyawan mengenai tuntutan dan hak serta keluhan warga sekitar. (Alfan)