Karena Faktor Ekonomi, Dua Remaja Diciduk Polisi

0
168

Inapos, Jakarta.- Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat mengamankan dua pemuda yang kerap melakukan penodongan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Kami mengamankan dua pelaku berinisial FY (22) dan AS (19). Kita amankan di Kolong Jembatan Slipi, Kelurahan Gelora, Tanah Abang,” kata Kapolsek Tanah Abang, Lukman Cahyono, saat konferensi pers, Sabtu (06/04/19).

Sebelum melakukan penangkapan, pihak kepolisian lebih dulu mencurigai pengendara sepeda motor yang berboncengan tiga orang. Motor tersebut juga plat nomornya depan dan belakang tak sesuai.

Polisi pun mengejar para tersangka lalu memberhentikan kendaraan tersebut. Hanya saja, satu orang dapat melarikan diri dari sergapan polisi.

“Namun pengemudi motor berhasil melarikan diri, sedangkan dua pelaku yang bonceng berhasil ditangkap,” tuturnya.

Lukman mengatakan, pihaknya langsung melakukan penggeledahan dan menemukan sebilah golok yang dibawa oleh FY. Sedangkan, dari tangan AS polisi menyita sebilah celurit.

“Setelah dilakukan penggeledahan, berhasil ditemukan sebilah sajam berupa golok yang diselipkan pada perut bagian depan, kemudian ditemukan sebilah celurit yang diselipkan pada perut bagian depan,” kata Lukman.

Kepada polisi, kedua pelaku mengakui senjata tajam untuk menodong orang yang menjadi sasarannya.

“Buat nodong, sasaran korban yang membawa handphone,” ujarnya.

berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui mereka sudah kerap beraksi di sekitar Tanah Abang selama enam bulan terakhir.

Biasanya, Lanjut Lukman, para korbannya ialah karyawan yang pulang tengah malam, khususnya kaum hawa yang sangat rentan tindak kejahatan.

“Dari keterangan sudah (beraksi) tiga sampai empat kali, ya sekira enam bulan terakhir,” ucapnya.

Dalam menjalankan aksinya, komplotan ini pun disebut Lukman tak segan menggunakan sajam untuk memuluskan aksinya.

“Jadi memang mereka sudah menyiapkan senjata tajam, ketika korban melawan mereka selalu menggunakannya untuk mengancam. Aksinya didasari karena faktor ekonomi,” ujarnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatan kedua pelaku yang diketahui bernama Fiqih dan Akbar, polisi akan menjeratnya menggunakan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951. (Elwan)


Komentar Anda?