Kapus Gandasuli Ditetapkan Tersangka, SMAK Demo Kejari Labuha

0
121

Malut.- Solidaritas Masyarakat Anti Korupsi (SMAK) melakukan aksi unjuk rasa di kantor Dinas Kesehatan dan Kejari Labuha, Kamis 20 Mei 2021.

Kordinator Aksi Solidaritas Masyarakat Anti Korupsi, Rifdi Umasangaji pukul 09.00 WIT sambangi Puskesmas Gandasuli langsung berorasi diatas mobil sound system. Ia menyampaikan maksud aksi unjuk rasa itu terkait penetapan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Labuha yang dinilai janggal.

Karenanya, ia pun meminta Kapus Gandasuli agar menjelaskan perihal konferensi pers yang digelar oleh Kejari Labuha soal penetapan tersangka. Bahwa puskesmas Bacan Selatan tahun 2019 dalam pelayanan mendapat penghargaan Puskesmas Inovasi lintas sektor terbaik khususnya lingkup Kabupaten Halmahera Selatan.

“Gerakan Solidaritas ini adalah bentuk kepedulian terhadap penegakan hukum yang transparan,” imbuhnya.

Menurutnya, kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi anehnya hanya di alamatkan kepada Puskesmas Gandasuli, sedangkan terdapat 31 Puskesmas tidak tersentuh proses hukum maupun di audit baik Inspektorat, Kepolisian dan Kejari Labuha.

Massa Aksi menuju ke kantor Kejari di kompleks jalan hidayat, dan melanjutkan orasi damai dengan sejumlah tuntutan diantaranya mempersoalkan prosedur adminitrasi pemanggilan hingga penetapan tersangka.

Bahwa proses tersebut harus benar-benar lurus dan jangan ada perbuatan tercela terkait penyalahgunaan wewenang dan penerimaan pemberian yang berhubungan dengan jabatan atau pekerjaan.

Penegakan hukum patut bersandar pada Pasal 12 huruf e atau Pasal 11 atau Pasal 5 ayat 2 jo ayat 1 huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam pengembangan kasus dimaksud semua pihak perlu mengawal hingga terang benderang.