KAPPAK ITB Surati Ketua Senat Untuk Pertahankan Prof. Din Syamsudin

0
143

Jakarta.- Pro kontra diantara alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tentang posisi Din Syamsuddin sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) ITB terus terjadi.

Setelah muncul kelompok alumni yang menentang posisi Din Syamsuddin sebagai anggota MWA ITB, kini muncul kelompok yang mendukung Din Syamsuddin.

Kelompok pendukung menamai dirinya Keluarga Alumni ITB Penegak Pancasila Anti Komunis (KAPPAK ITB).

Kami Keluarga Alumni ITB Penegak Pancasila Anti Komunis, yang masih sehat akalnya dan jernih hati nuraninya dengan ini menyatakan, bahwa kami sangat yakin Prof.Dr.KH. Din Syamsudin dipilih oleh Senat Akademik (SA) ITB sebagai salah satu anggota Majelis Wali Amanat (MWA) ITB periode 2019-2024 setelah SA ITB mempertimbangkannya dengan matang, penuh perhitungan, dan meninjaunya dari berbagai sudut pandang secara obyektif.

“Kami pun yakin bahwa pengajuan beliau berdasarkan pertimbangan kapasitas kenegarawanan dan
intelektualitas yang beliau miliki. Kehadiran Prof.Dr.KH. Din Syamsuddin, sebagai tokoh nasional yang cukup disegani di dunia, bisa membantu perluasan cakrawala intelektual sehingga apa yang dirintis Prof. TM Soelaiman, yaitu masuknya unsur humaniora dalam pendidikan tinggi teknik, akan semakin berkembang. Tumbuhnya sejumlah lulusan ITB yang bergiat dalam ilmu sosial, dengan peranan yang menonjol, rasanya telah menjadi keniscayaan. Fakta ini menunjukkan bahwa ITB harus lebih membuka diri terhadap berbagai kemungkinan perkembangan keilmuan,” tulis dalam surat yang ditujukkan kepada Ketua Senat Akademik ITB, Selasa (7/7/2020).

Kami bangga karena sejauh ini almamater kami ITB selalu menjunjung tinggi kebebasan akademik yang bertanggung jawab setiap anggota komunitasnya, dan hal ini merupakan ciri penting suatu perguruan tinggi berkualitas dunia yang beradab.

Dalam surat yang diterima redaksi menjelaskan, bahwa kami mendukung seluruh anggota komunitas ITB termasuk anggota MWA ITB, dalam hal ini Prof.Dr.KH. Din Syamsudin, untuk bebas menyampaikan aspirasi dan pandangannya sesuai dengan kapasitas pribadinya, sebagai kontribusi pemikiran bagi kemajuan dan kemandirian bangsa dan negara ini.

Jika ada dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Prof.Dr.KH.Din Syamsudin, maka mestinya MWA ITB membentuk panitia penyidik/pengumpulan data/fakta, lalu mengadakan sidang terbuka, dan yang bersangkutan juga diberi kesempatan untuk membela diri. Jika mekanisme ini dilakukan maka hal tersebut menunjukkan bahwa ITB adalah kampus yang beradab dan mengedepankan sifat-sifat obyektifitas yang merupakan ciri utama pendidikan tinggi teknik dan sains.

Surat yang juga melampirkan ribuan nama yang tergabung dalam KAPPAK menegaskan, bahwa kami mendukung sepenuhnya Bapak Prof.Dr.KH.Din Syamsudin tetap sebagai Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) ITB dan menolak permintaan pengunduran dirinya, jika pengunduran dirinya terindikasi karena pemaksaan atau atas permintaan pihak yang tidak berwenang. Untuk itu kami meminta kembali kepada Senat Akademik ITB untuk mempertahankan Prof.Dr.KH. Din Syamsudin sebagai anggota MWA ITB periode 2019-2024.

Kami prihatin dan kecewa kepada sdri Yani Panigoro selaku Ketua MWA ITB karena telah menyebarkan informasi ke ruang publik, yang menimbulkan kegaduhan sosial di tengah suasana keprihatinan nasional menghadapi Covid-19. (El)