Kapolres Ciko Tangkap Debt Collector

0
475
KOTA CIREBON.- WD (39) salah seorang debt collector, tertangkap basah saat sedang melakukan perampasan sepeda motor di Jl. Wahidin, Kota Cirebon, Sabtu (30/6) sekitar pukul 12.30 WIB. Sialnya, dia tertangkap langsung oleh Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy.

Peristiwa tersebut berawal saat Kapolres Ciko baru saja membuka acara Lomba Burung Kicau Kapolres Cirebon Kota CUP dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara di kawasan Stadion Bima, sekaligus mengantarkan anak dan istrinya pulang ke rumah dinas yang memang terletak di Jl. Wahidin.
“Saat saya hendak berangkat lagi untuk mengecek persiapan PPS untuk rekapitulasi, saya melihat ada seseorang sedang merampas paksa sebuah sepeda motor,” jelasnya saat press realese di Mapolresta Cirebon, Kamis (5/7).
Melihat kejadian tersebut, Kapolres tidak tinggal diam. Dia turun dari kendaraan dinasnya dan mengejar pelaku. Pelaku pun langsung lari dan masuk ke dalam gedung sebuah kantor leasing.
Si pelaku yang pakai helm sempat kasih kode pakai tangan agar Kapolres mendekatinya. Namun, saat mendekat, WD langsung sembunyi agar tidak ditangkap AKBP Roland Ronaldy.
“Saya sama anggota mencari di dalam kantor itu, sampai akhirnya ketemu si pelaku. Dia ternyata sembunyi di bawah meja,” ulas mantan penyidik KPK ini.
Saat dimintai keterangan, WD mengaku tidak tahu kalau yang menangkapnya adalah Kapolres Cirebon Kota. Jawaban WD dengan cara menggelengkan kepalanya. WD pun hanya tertunduk sambil tersenyum tampak begitu malu.
Kapolres menegaskan upaya yang dilakukan WD dan rekannya sudah menyalahi aturan sehingga tak pantas dilakukan karena meresahkan masyarakat. Karena, seharusnya hal tersebut dilakukan dengan cara yang baik.
“Saya akan menindak tegas perbuatan seperti yang dilakukan WD dan rekannya tersebut karena sudah merupakan aksi premanisme dan perampasan, tidak ada gaya – gayaan di Kota Cirebon,” tegas Kapolres Ciko.
Barang bukti yang disita dari WD berupa sepeda motor Yamaha Fino hitam putih nopol E 6864 JH. Si pelaku pun dijerat Pasal 365 dan atau Pasal 368 KUHPidana dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (Kris)