Kanwil Kemenag Provinsi Jabar Gelar Dialog Kerukunan

0
476
KOTA CIREBON.- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat gelar kegiatan Dialog Kerukunan Tingkat Kecamatan yang dilangsungkan di Baperkam RW 04 Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, Minggu (24/3).

Adapun tema dalam kegiatan tersebut “
Moderasi Kehidupan Beragama Untuk Jabar Juara Lahir Bathin,” yang
dilaksanakan di 20 titik Kecamatan di Kota dan Kabupaten Cirebon.
Kasubag Hukum dan KUB Kanwil Jawa Barat Haidar Yamin Mustafa, SH., MM mengatakan, Kegiatan Dialog Kerukunan tersebut menekankan upaya bagaimana deredikalisasi itu dapat dilakukan dengan peran serta masyarakat.
“Karena bukan hal yang baru deradikalisasi mengarah ke tindakan terorisme. Tindakan terorisme bukanlah upaya akhir yang harus kita waspadai, tetapi bagaimana upaya pencegahan dengan peran serta masyarakat, karena masyarakatlah yang bersentuhan langsung,” ujar Haidar usai acara kegiatan berlangsung.
Haidar menjelaskan, khusus topografi karakteristik masyarakat Cirebon sendiri sangat menganut budaya kearifan lokal yang sangat baik, yang dikhawatirkan adalah masukan dari pihak luar yang mengganggu di Cirebon.
“Oleh karenanya, saya menitipkan kepada warga masyarakat khususnya kantor wilayah, berpesan kepada masyarakat harus lebih cerdik dan lebih paham bagaimana caranya mengidentifikasi mereka yang dikategorikan memiliki pemahaman radikal,” jelasnya.
Ia menambahkan, kenapa kegiatan ini dilaksanakan di Cirebon, karena dibeberapa titik yang menurut kami strategis dan Cirebon merupakan kota lintasan, mungkin ada banyak potensi, karena banyak warga pendatang yang bermukim di Cirebon.
“Semoga Kota dan Kabupaten Cirebon dapat terus aman, tentram dan terus mengeksploitasi banyak sektor kerukunan, karena bukan hanya mendongkrak kerukunan saja akan tetapi dapat mendatangkan potensi dari sektor ekonomi dan wisata agar terus meningkat,” pungkasnya.
Sementara itu, Priyo salah satu pengurus RW setempat mengapresiasi kegiatan tersebut, karena akhir-akhir ini paham radikal sudah masuk ke beberapa sektor dan dapat merusak persatuan dan kesatuan.
“Untuk itu, kami sebagai pengurus akan terus mengawasi dan mensosialisasikan akan bahaya paham radikalisme,” ujar Priyo. (Kris)