0 3 min 6 tahun

MOROTAI – Keberadaan para Pasangan Calon dalam kontestasi politik pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut) tidak bisa diremehkan begitu saja seperti Ahmad Hidayat Mus dan Rivai Umar (AHM-Rivai) Burhan Abdurahman dan Djamaludin Ishak (BUR-JADI) begitu juga Abdul Gani Kasuba dan Ali Yasin (AGK-YA).

Hal ini Bukan sulap, bukan sihir, nama-nama Paslon ini bisa muncul dalam survei lembaga dalam meraup suara tertinggi di Malut bahkan mereka saling mengklaim akan memenangkan Pilgub kali ini.

Berbeda dengan pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Muhammad Kasuba dan Abdul Majid Husen (MK-MAJHU). Mesti keduanya tidak diperhitungkan oleh survei lembaga namun kedua Paslon ini yakin dan optimis akan memenangkan pilgub kali ini dengan koalisi tiga partai besar yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Muhammad kasuba calon Gubernur Malut kepada wartawan Selasa (13/3/2018) mengatakan bahwa meskipun MK-MAJHU tidak masuk dalam hitungan hasil survei lembaga, namun hasil kampanye zona satu yang dilakukan di dua Kabupaten yakni Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan Kabupaten Pulau Morotai mendapat hasil yang baik dan sukses.

” Kampanye disetiap titik di dua Kabupaten ini mendapat respon positif yang begitu spontan dari masyarakat. Mulai dari masyarakat Halut sampai masyarakat pulau Morotai, dan ini sudah ada tanda-tanda kemengan tinggal bagaimna memful Up serta menjaga respon positif untuk merawat basis agar posisinya bisa solid ” Ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Juru Kampanye MK-MAJU Kasman Hi Ahmad mengatakan pada putaran pertama kampanye MK-MAJHU di dua Kabupaten juga mendapat respon maksimal dari masyarakat disetiap kampanye.

” ini adalah sebuah isyarat bahwa kedua pasangan ini selalu mendapat dukungan yang luar biasa di masyarakat. Bahkan sejumlah tokoh Togale sudah gabung jurus untuk mengantarkan kedua paslon ini menuju sofifi yang baru, ” Pungkasnya.

Ketika disentil soal Paslon yang lain melakukan kampanye di dua kabupaten ini apakah mempangaruhi basis atau tidak, baginya adalah hal yang biasa tinggal bagaimna melakukan penguatan dan merawat basis serta jaringan agar terjadi penguatan yang berkelanjutan sampai pada hari pencoblosan.

” Ikhtiar politik telah kami lakukan dan insya allah kami menjaga dan mengembangkan setiap basis ini setiap saat, ” tuturnya.(min)