Kampanye AA-RS Mengandung SARA, FUIB Himbau Umat Islam Jangan Terprovokasi

0
210

Manado.- Dalam proses masa kampanye Pilkada 2020, ternyata banyak yang melanggar protokol kesehatan.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat ada 2.126 pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama dua bulan Kampanye Pilkada 2020.

Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin mengatakan jumlah pelanggaran itu diketahui dari total 91.640 kegiatan kampanye tatap muka yang digelar 26 September-24 November.

“Dua bulan masa tahapan Kampanye Pilkada 2020, metode kampanye dengan tatap muka adalah yang paling diminati, yaitu mencapai 91.640 kegiatan. Dari jumlah tersebut, Bawaslu menemukan pelanggaran prokes sebanyak 2.126 kasus,” kata Afif dalam keterangan tertulis, Rabu (25/11).

Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Rahmat Himran dalam pesan elektroniknya juga menyampaikan, bahwa saat kampanye pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 1 Andrei Angouw (AA) dan Richard Sualang (RS) telah melanggar protokol kesehatan.

“Dalam sebuah video yang berdurasi 38 detik itu memperlihatkan kerumunan massa dari Paslon nomor urut 1 (AA-RS). Terlebih terlontar suara dengan lantang mengatakan Potong Syahadat,” kata Rahmat, Kamis (26/11/2020).

Ia menghimbau kepada seluruh umat Islam di Kota Manado agar jangan terpancing dan terprovokasi dengan cara kampanye yang tidak mengindahkan kaidah Bhineka Tunggal Ika.

“Umat beragama di Manado sudah aman dan damai, jangan lagi membuat isu-isu yang dapat memecah belah persatuan, berpolitik lah dengan sehat. Jangan menggunakan kalimat-kalimat rasis dan sara,” tegas Ketum FUIB.

Dirinya juga berpesan, agar umat Islam tetap melakukan kampanye yang santun dan damai, demi keutuhan serta keharmonisan. Dan umat Islam di Manado agar sabar dalam menghadapi tekanan-tekanan dalam politik. (El)