Kadinkes : Dinkes dan RSD Gunung Jati Kekurangan APD

0
73

KOTA CIREBON.- Dinas Kesehatan Kota Cirebon dan Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon mengalami kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Bahkan, kekurangan ini sudah memperihatinkan.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Edy Sugiarto kepada awak media, Senin (23/3/20).

Menurutnya fasilitas kesehatan mulai dari PSC 119, RSD Gunung Jati, Dinas Kesehatan Kota Cirebon dan 22 puskesmas se Kota Cirebon mengalami kekurangan APD.

“APD kami lampu merah, dan kita sudah menyampaikannya seminggu yang lalu,” ujar Edy.

Edy menyebut, kekurangan APD meliputi gown cover, masker N95, masker bedah, sarung tangan dalam, sarung tangan luar, kacamata Gogle, faceshield, boots, thermal, aquades, desinfektan, fogger dan spray, hand sanitizer, dan thermal scan.

Dari jumlah tersebut, yang paling banyak dibutuhkan adalah masker bedah sebanyak 182.886 buah dan sarung tangan dalam sebanyak 165.272 pasang.

Adapun lainnya yakni masker N95 sebanyak 592 unit, gown cover sebanyak 1.827 unit, sarung tangan luar sebanyak 1.271 pasang, aquades 450 unit, dan hand sanitizer sebanyak 330 botol. Sementara APD sisanya masih berada di angka 200 unit ke bawah.

Diterangkan Edy, jumlah tersebut nantinya akan digunakan hanya sampai 29 Mei 2020 saja. Untuk itu, dibutuhkan dana sebanyak Rp 2,2 M untuk menyediakan APD yang kini mulai menipis.

“Kalau tidak segera disediakan APD tersebut, maka rumah sakit dan faskes lainnya terpaksa shut down,” jelasnya.

Edy menjelaskan, dana tersebut sebenarnya sudah ada dan digunakan untuk dana darurat. Untuk itu, dirinya berharap agar segala macam birokrasi dalam pengajuan dana tersebut tidak berbelit-belit, agar APD yang dibutuhkan bisa secepatnya tersedia.

“Saya harap pencairan dana tersebut tidak susah dan terlalu makan waktu birokrasi yang berbelit,” pungkasnya. (Kris)