Kades Kamarang Lebak : Pemotongan BanGub adalah pelanggaran

0
180

INAPOS, KABUPATEN CIREBON, – Maraknya isu pemotongan dana bantuan, baik bantuan pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah kabupaten / kota, tidak membuat Drs. Suyadi Kepala Desa (Kuwu) Kemarang, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon ikut melakukan pemotongan.“Alhamdulillah, saya tidak mengetahui seperti apa bantuan Gubernur (BanGub) bagi yang terdampak Covid-19 dengan nilai Rp.500 ribu dengan rincian Rp. 150 ribu uang dan Rp. 350 ribu dalam bentuk Sembako. Karena, bantuan tersebut langsung diantar oleh Ojek Online (Ojol) dari Kantor Pos ke warga penerima,” jawab Kuwu saat ditanya terkait pendistribusian BanGub Jawa Barat sebesar Rp. 500.000.

Suyadi, menjelaskan pula bahwa dirinya sebagai Kuwu dalam persoalan dana bantuan hanya bersifat monitoring dan mengetahui. “Semua data penerima bantuan berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Jadi saya tidak mengetahui berapa data warga penerima karena saya baru menjabat beberapa bulan dan pemerintah memberikan bantuan dari DTKS. Tapi pada intinya, saya mengharamkan jika bantuan tersebut harus dipotong,” tekannya.

Ketika ditanyakan bagaimana tanggapannya jika mendengar ada pemerintah desa atau Kuwu melakukan pemotongan terhadap dana bantuan tersebut, Ia merespon dengan emosional bahwa hal tersebut tidak dibenarkan.

“Apapun alasannya, bantuan yang dipotong itu tidak benar karena itu tidak sesuai atutan,” jawab Kades yang juga mantan aktivis pada tahun 90-an ini.

Terkait pemotongan dana Bantuan Gubernur (Bangub) sebesar Rp. 500.000 tersebut, Kapolsek Gebang Iptu Awan Suryawan. S.H ikut pula mengomentari bahwa dirinya belum mendengar hal tersebut. “Selama saya ikut mengawasi dan memonitor pendistribusian di Kantor Pos Gebang, tidak ada pemotongan Dana Bangub tersebut. Jika ada diwilayah hukum Gebang ini, silahkan laporkan kemari,” tanggap Awan. (Cep’s/Bowo).