Kabag Risalah Dekot Resmi Memenuhi Panggilan Bawaslu

0
212

TERNATE- Kabag Risalah Sekertariat DPRD Kota Ternate, Firdaus A Ismail pagi tadi memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Maluku utara, perihal Postingan dirinya dalam akun Facebook Firdaus A Ismail Tomawonge yang terlihat sedang selfie dengan mengacungkan dua jari tangan yang di posting usai dirinya mengikuti Hari pendidikan Nasional (Hardiknas) pada rabu 2/5 kemarin.

Pasalnya, dirinya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di sekertariat DPRD Kota Ternate sehingga postingan tersebut diduga sebagai simbol dukungan terhadap Paslon dengan Nomor urut Dua Burhan Abdurahman – Ishak Jamaluddin (BUR-JADI).
Kordinator devisi hukum Bawaslu Malut, Aslan Hasan saat di temui diruangannya membenarkan perihal pemeriksaan Kabag Risalah DPRD Kota Ternate yang berlangsung pagi tadi di kantor bawaslu malut.Jumat (4/5/2018).

“Tadi kita sudah laksanakan klarifikasi terhadap yang bersangkutan dan yang bersangkutan telah memenuhi panggilan dengan hadir untuk di periksa kemudian kita periksa dengan meminta informasi-informasi sesuai kepentingan Klarifikasi “.kata Aslan

Lanjutnya Aslan, Bawaslu sudah menyampaikan sejumlah hal yang ingin diketahui dari yang bersangkutan termasuk maksut dari postingan itu, kapan waktunya, siapa yang memposting, tujuan dari postingan tersebut, makna dari gestur tubuh yang mengacungkan simbol dua jari tanggan, Kemudian pengetahuan dia tentang netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti apa ? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

“ Terkait Pertanyaan Tersebut bersangkutan telah memberikan keterangan bahwa hari itu hari pendidikan nasional tanggal 2 mei jadi maksut postingan dua jari itu simbol tanggal 2 mei hari pendidikan nasional (Hardiknas) bukan dukungan pada paslon tertentu”.Beber Aslan Terkait jawaban yang bersangkutan.

Menurut Aslan, Prinsipnya semua orang punya Alibi (Alasan) tersendiri tetapi hal itu merupakan jawaban subjektifitas dari yang bersangkutan akan tetapi Bawaslu sendiri tetap akan mengkaji, melihat dimensinya dan melihat konteksnya kemudian menghubungkan dengan ketentuan yang ada.

“Pasalnya deretan-deretan status postingan sebelumnya juga menunjukan indikasi-indikasi ketidak netralan seperti postingan “dua kali lebih baik” dan lain-lain ”.ungkap Aslan Terkait Postingan Bersangkutan sebelumnya.

Prinsipnya klarifikasi sudah dilakukan selanjutnya nanti kita lihat kalau memerlukan tambahan dari saksi yang lain kita panggil tetapi jika nanti kita simpulkan itu cukup maka dalam waktu dekat ini,satu atau dua hari kita buatkan kajian dan kita rekomendasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Dikajian itu nanti bisa terbukti atau tidak terbukti, jika terbukti kita plenokan untuk dibawa ke KASN kalau tidak terbukti kita hentikan jadi masih ada tahap tela’ah dan kajian”.Tutupnya (min)


Komentar Anda?