Ka Satker OP dan SDA BBWSCimanCis Sebut Pelaksanaan AKNOP Telah Sesuai KAK

0
364

KOTA CIREBON,- Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk – Cisanggarung (BBWSCimanCis) akhirnya angkat bicara terkait penggunaan anggaran konsultan AKNOP yang dipertanyakan sejumlah pihak Baca (Anggaran Konsultan BBWSCimanCis Dipertanyakan | INAPOS – https://inapos.com/anggaran-konsultan-bbwscimancis-dipertanyakan/ ) akhir angkat bicara.Kepada Inapos, RM. Budhiono ST selaku Kepala Satker Operasional dan Perawatan (OP) pada Rabu (07/02/2018) menyampaikan bahwa penggunaan anggaran tersebut telah sesuai aturan.

“Anggaran tersebut telah sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK), jadi tidak benar jika penggunaan anggaran tersebut disebut fiktif”, jelas Budhiono didampingi dua staffnya saat melakukan tanggapan terhadap tudingan tersebut.

Masih menurut Budhiono sesuai apa yang disampaikan oleh Kepala Bidang Operasi dan Perawatan SDA (Kabid OP SDA),  Ir. Mochamad Silachoedin.ME. Tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut adalah untuk menilai Kinerja dan menyusun Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) Jaringan Air Baku.

“Karena sumber air bakunya berasal dari Sungai Cisanggarung di perbatasan antara Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cirebon. Jaringan Air Baku yang dimaksud meliputi Bendung Karet, Air Baku Layanan Rumah Tangga di Kabupaten Cirebon dan Air Baku Layanan Irigasi di Kabupaten Brebes”, paparnya.

Diakhir pertemuan tersebut, Budhiono menyatakan bahwa pihaknya tidak melakukan kesalahan terhadap pekerjaan yang dilakukan.

“Jadi Bendung karet dan Layanan air baku tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari penilaian kinerjanya. Saya mewakili  Kabid dan Kepala Balai mengucapkan terimakasih atas masukan dan kritik teman, agar kinerja kita sebagai aparatur negara sesuai aturan”, tutup Budhiono.

Menanggapi pernyataan tersebut, Inapos mencoba meminta komentar kepada aktivis pemerhati kinerja apartur negara yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan bahwa jawaban BBWSCimanCis normatif dan hal yang biasa.

“Sah saja mereka menjawab seperti itu, pembuktian benar atau tidaknya hanya meja hijau. Menyimak pemberitaan yang ada, saya meyakini pasti ada persoalan namun perlu pembuktian yang mendalam”, tutupnya saat dihubungi melalui handphonenya. (Kris)


Komentar Anda?