Jual Beli Kendaraan R4 Diduga Bodong & Melanggar Prosedur

0
51

INAPOS, KABUPATEN CIREBON – Saat ditemui 24/05/19 Irfan Reyhan putra dari Neneng Sarifah beralamat jl olahraga 1 no 51 / 121 A rt 02 rw 06 Cirebon Kota menceritakan keluhan dan permasalahanya terkait jual beli kendaraan roda empat atau biasa disebut mobil sebelahan yang hanya dilengkapi STNK nya saja, pembelian kendaraan tersebut sekitar Tahun 2017 antra bulan Agustus – September lalu, terang Irfan Reyhan.

Adapun jual beli kendaraan roda empat tersebut berjenis Xenia dan tidak memiliki kelengkapan surat-surat sebagaimana mestinya, dikatakannya oleh Irfan Reyhan, “sy membeli mobil tersebut dari oknum anggota Polri yang bertugas di Polsek Dukupuntang berinisial RH sebagai anggota reskrim Polsek Dukupuntang menawarkan mobil Xenia tahun 2010 warna hitam nopol E 269 VI”, tuturnya.

Adapun kronologis tersebut dituturkan Irfan Reyhan kepada awak media, ”tawaran mobil tersebut berawal dari istri RH yang semula menawarkan mbl kepada Rayhan seharga 30jt, dan tawar oleh Rayhan sebesar 27jt, namun dari tawaran Rayhan tersebut diterima oleh istri RH berinisial EA, namun pihak AV mengatakan kepada saya (Reyhan) “kalau harga segitu, TDK mendapatkan STNK”, ujarnya Reyhan.

Karena harga yang ditawarkan Rayhan tidak mendapatkan STNK, Rayhan pun menerima harga tersebut di angka 30jt dan ditransaksikan dirumahnya Rayhan sebesar 27 JT, dan sisa 3jt nya dibayar tiga hari setelah AV terima duit sebesar 27jt, ungkap Reyhan.

Dikatakannya oleh Reyhan Setelah pelunasan 3jt, diberikanlah surat sejenis surat barang bukti oleh suami AV, yakni RH kepada Rayhan. Bahkan Reyhan mengatakan terkait penyampaian RH kepadanya, ” bila mana terjadi masalah di jalan raya, atau mobil bermasalah dia siap bertanggung jawab”, kata Rayhan menirukan bahasa RH.

Paska transaksi selama 6 bulan dan seiringnya waktu, Rayhan pun menyepatkan untuk membersihkan kendaraan tersebut dan diketahui ada bercak darah dibagian jok belakang, sehingga muncullah ke khawatiran Rayhan dan keluarganya untuk mengembalikan dan membatalkan transaksi tersebut.

Saat dijumpai 25/05/19 Reyhan pun meminta kepada awak media untuk menemaninya bertemu dengan pihak terkait, namun dari pertemuan tersebut AV tidak bisa menemui dan diwakili oleh RH, dari pertemuan tersebut tampak jelas jual beli kendaraan tersebut diduga melanggar prosedur dan patut ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Karena merasa bertanggungjawab, RH sebagai suami AV pun inisiatif untuk mengembalikan uang tersebut senilai 25 (TDK full 30jt) secara bertahap. (Had)


Komentar Anda?