JPIP Jabarkan Prestasi Ekonomi Pemerintah Jokowi

0
179

Inapos, Jakarta.- Berdasarkan laporan Michelle Jamrisko dalam situs www.bloomberg.com hari rabu (29/19) kemarin, indeks daya saing Indonesia melompat 11 tingkat, dari ranking 43 pada tahun 2018 menjadi ranking 32 pada tahun 2019 ini.

Menurut Lintong Manurung, Ketua Umum Jaringan Pemerhati Industri dan Perdagangan (JPIP), berita tersebut ditengah kabut dan mendungnya penurunan pertumbuhan ekonomi dunia, Pemerintah Jokowi selama pemerintahannya 4,5 tahun ini telah menunjukkan prestasi yang luar biasa berupa peningkatan yang cukup signifikan dalam pengembangan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, seperti ;

1. Peningkatan ranking competitivenes 11 tingkat tersebut diatas.
2. Penurunan inflasi yang hanya berkisar 3% selama 3 tahun terakhir, padahal selama puluhan tahun inflasi kita diatas kisaran 8%.
3. Peringkat kemudahan berbisnis (ease of doing business) naik 9 peringkat ke nomor urut 72 dari total 190 negara (Bank Dunia 2018)
4. Nilai ratio GINI trend ketimpangan yang secara konsisten menurun sejak tahun 2015-2018 dan Ratio Gini Maret 2018 ini adalah yang terendah sejak 7 tahun terakhir (SUSENAS, 2018).
5. Pembangunan infrastrukur dan kebijaksanaan deregulasi dan paket kebijaksanaan ekonomi yang tepat, telah :
a. Menurunkan biaya logistik nasional dengan meningkatnya Indeks Performa Logistik (PLI) dari 63 di tahun 2016 menjadi 46 pada tahun 2018, dan
b. Peningkatan inklusi keuangan yang sdh mencapai 49% tahun 2019 (BI 2019) dari warga masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pedesaan.
6. Tingkat pengangguran yang secara kontinu menurun pada Tahun 2019 (Februari) = 5,1, Tahun 2018 = 5,15, Tahun 2017 = 5,34, Tahun 2016 = 5,64 dan Tahun 2015 = 5,81(BPS, 2019).

“Hasil kerja dan prestasi pemerintah Jokowi yang didasarkan atas semangat dan optimisme yang tinggi untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa ini, bahkan telah siap dan berhasil meletakkan kebijakan dan landasan ekonomi Indonesia untuk masuk menjadi zona ekonomi negara maju berpenghasilan tinggi pada tahun 2045. Namun prestasi ini tidak diapresiasi oleh sebagian kelompok anak bangsa ini. Bahkan ada pemimpin yang menyatakan Indonesia akan bubar pada tahun 2025,” ucap Lintong kepada Inapos.com, Jumat (31/05/19).

Sepanjang pemerintahan Jokowi dan puncaknya sampai dengan Pengumuman hasil Pilpres oleh KPU. Pemberitaan, angka-angka dan nilai prestasi Jokowi ini hilang lenyap tertelan bumi bahkan diganti dan direkayasa dengan ulasan dan berita-berita yang memojokkan Pemerintah, oleh pihak oposisi yang secara Terstrukur, Sistematis dan Massif (TSM) menggunakan media terutama Medsos untuk merusak nama baik dan prestasi pemerintahan Jokowi.

Negeri ini beruntung dan sejatinya harus bersyukur atas hasil Pemilu 2019 yang merupakan perwujudan keinginan rakyat untuk memilih pemimpin dan wakilnya secara konstitusional berjalan dengan baik dan lancar, walapun bangsa sudah terbelah antara pro pemerintah dan oposisi dengan hasil Pilpresnya masih diobok-obok oleh pihak oposan (yang katanya ditunggangi oleh pihak intoleran dan radikal) sampai dengan disampaikannya sengketa hasil Pemilu 2019 ke Mahkamah Konsitusi.

Ia juga mengingatkan, kedepan tugas dan tanggung jawab Pemerintah yang akan datang adalah:
1. Bangsa yang sudah terbelah ini harus dirajut dan dirangkul kembali, persatuan dan kesatuan direkatkan kembali agar seluruh kelompok anak bangsa ini bersama-sama proaktif mendukung dan membangun bangsa dan negeri menjadi bangsa yang makmur, kuat dan berdaulat.
2. Mempersiapkan Presiden dan wakil Presiden tahun 2024, dengan kualitas yang setara atau lebih baik dari Jokowi, agar pembangunan ekonomi dan seluruh sektor terkait dapat berlanjut dan mencapai sasaran.
3. Menertibkan dan mengamankan kelompok-kelompok intoleran, radikal dan perusuh yang merusak kesatuan dan persatuan Indonesia. (Elwan)


Komentar Anda?